Satu hal yang membuat saya merasa bahwa Bali merupakan tempat yang cukup “nyaman” untuk dijadikan destinasi wisata adalah karna Mbo Ayu (tourguide saya) menyebut kami sebagai “saudara-saudara di luar bali”. Bali memang sangat menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama. Buktinya, dengan kejadian Bom Bali yang telah mencoreng dunia pariwisata di pulau ini rakyat Bali tidak serta merta memandang “sinis” pada umat muslim, tujuannya jelas, karena mereka ingin menjadikan Bali sebagai tempat dimana kepercayaan leluhur dijunjung tinggi dengan semua keanekaragaman yang sangat ditoleransi. Inilah yang menjadikan Bali selalu menarik untuk dikunjungi. Lagi… Lagi dan lagi.. Bagi saya, Bali memiliki dua wajah, kehidupan yang bebas dan agama yang melekat kuat. Di sisi lain kita bisa melihat kehidupan metropolis dengan segala kepenatannya bahkan budaya Bali yang luhur seolah-olah tenggelam dibuatnya, namun di sisi lain, kita juga bisa merasakan khidmadnya sebuah upacara agama hindu yang melekat kuat. Tetapi, kedua perbedaan tersebut justeru yang menjadikan kehidupan di Bali begitu seimbang, seperti Yin dan Yang yang selalu selaras.
Tanggal 13 sampai 15 Januari lalu, saya mengikuti acara gatheing yang diadakan kantor. Kebetulan acara gathering ini dirangkainkan dengan perpisahan Bpk. Victor Lumban Gaol mantan Manager saya. Destinasi yang dipilih untuk acara gathering ini adalah pulau Bali.
Sebenarnya, ke Bali bukanlah merupakan perjalanan pertama saya. Ini adalah perjalanan ketiga saya di pulau para dewa ini. Namun, entah kenapa tidak ada rasa bosan untuk terus melancong ke tempat ini. Mungkin karena keberagamannya yang toada habis-habisnya untuk terus diexplorasi. Saya menginap di hotel Harris, salah satu hotel berbintang 4 di daerah kuta. Hotelnya cukup bagus dengan konsep alam terbuka dan cukup tenang karena letaknya yang jauh dari jalan raya kuta yang ramai. Lokasinyapun sangat strategis, untuk ke Kuta Road atau ke Tugu Peringatan Bom Bali cukup melewati Gang Pupis sepanjang -/+ 1,1 Km. Jika menyukai kehidupan malam, di Legianlah pusatnya. Sepanjang jalan bisa dijumpai bar dan cafe dimama aktifitas puncaknya di atas jam 10 malam. Di sinilah para turis dari berbagai penjuru dunia berpesta sampai pagi. Jalan ini justeru sepi di pagi hari (jam 6 sampai jam 10 pagi). Legian Kuta Bali memang merupakan salah satu tujuan wisatawan, namun penduduk Bali justeru enggan untuk ke tempat ini (selain mencari nafkah), bagi mereka di tempat ini sarat akan aktifitas yang dilarang oleh agama karena kehidupannya yang sangat bebas di tempat ini dan memang kehidupan di sini sangat bebas.

Tugu Peringatan Bom Bali
Tujuan wisata pertama kami adalah mengunjungi Pura Taman Ayun. Saya tidak ingat betul jalur menuju ke Pura ini. Puranya cukup luas dan ditata dengan apik. Di depannya terdapat sebuah danau dan di tamannya terdapat sebuah air mancur. Sesuai dengan namanya yang berarti cantik / indah, pura ini memang indah.

Berpose di depan Pura Taman Ayun

Berpose di salah satu sisi Pura Taman Ayun

Salah satu sisi Pura Taman Ayun
Tujuan berikutnya adalah mengunjungi pabrik kata-kata Joger. Dua perjalanan saya ke Bali, saya belum pernah mengunjungi tempat perbelanjaan ini. Joger yang saya datangi adalah Joger Taman. Lokasi menuju ke sini saya juga lupa. Tokonya cukup besar dan dipenuhi beragam pernak pernik khas Joger. Sesuai dengan slogannya, Pabrik Kata-Kata dan memang di toko ini kata-kata diubah menjadi cendera mata. Jika jeli, pasti menemukan barang-barang unik di sini. Saya baru tau kalo Joger itu adalah sebuah nama. Nama pendirinya lebih tepatnya. Adalah seorang mahasiswa arsitektur bernama Jhon Gerald (kalau tidak salah) lah yang telah berjuang membuat kata-kata menjadi oleh-oleh yang patut untuk dibawa pulang. Salute untuk om Joger.

Berpise di depan toko oleh-oleh Joger

Salah satu sisi di Joger

Salah satu spot di Joger

Salah satu spot di Joger

Sakah satu pernak-pernik yang dijajakan di Joger

Salah satu spot di Joger

Salah satu pernak-pernik yang dijajakan di Joger

Salah satu spot di Joger

Salah satu spot di Joger
Tujuan berikutnya adalah Bedugul. Perjalanan dari Joger menuju Bedugul sekitar satu jam. Bedugul merupakan sebuah kota di dataran tinggi dimana di sini terdapat sebuah danau yang cukup luas. Karena letaknya di dataran tinggi, tak heran di sini sangat dingin. Apalagi di musim hujan. Salah satu tujuan wisata di tempat ini adalah Pura Ulun Danu. Dinamakan Ulun Danu, karena memang pura ini berada di Danau. Banyak wisatwan yang berkunjung ke pura ini. Kebetulan saat itu sedang ada persiapan upacara sehingga warga di sekitar situ sibuk menyiapkan janur dan bambu untuk persiapan upacara. Jalan menuju ke pura ini adalah melewati sebuah jembatan yang terbuat dari kayu dan bambu.

Berpose dengan latar danau Bedugul

Berpose dengan latar danau Bedugul

Salah satu spot dengan latar danau Bedugul

Berpose dengan latar gerbang menuju Pura Ulun Danu

Warga sedang mempersiapkan upacara di Pura Ulun Danu

Berpose dengan latar Pura Ulun Danu

Pura Ulun Danu
Selepas dari Bedugul, perjalanan kami lanjutkan ke Tanah Lot. Ini merupakan salah satu tempat yang ingin saya datangi jika berada di Bali. Namun sayang, dua perjalan saya terdahulu tidak mampir ke tempat ini. Di Tanah Lot terdapat sebuah pura di atas tebing batu. Apabila air pasang, maka Pura ini tidak dapat dijangkau dan beruntunglah apabila air sedang surut. Di lokasi ini juga terdapat objek wisata lainnya yaitu air suci dan ular suci. Konon katanya, ular suci ini merupakan titisan ikat pinggang salah seorang pertapa di sini. Ular inilah yang menjaga Pura Tanah Lot ini. Pemandangan Pura Tanah Lot sangat indah, laut lepas, tebing karang dan ombak yang bergejolak merupakan warna khas dari objek ini. Setiap spot untuk berfoto di tempat ini tidak ada yang tidak indah. Apalagi, apabila menyaksikan sunset di tempat ini. Sayang, ketika saya ke situ sedang turun hujan sehingga di langit yang terlihat hanya warna kelabu.

Berpose dengan latar Pura Tanah Lot

Berpose dengan latar Pura Tanah Lot

Brpose di salah satu spot di Pura Tanah Lot

Berpose di salah satu spot di Pura Tanah Lot

Ular Suci Penjaga Pura Tanah Lot
Perjalanan kami berikutnya adalah makan malam di Jimbaran. Pantai Jibaran sebenarnya tak berbeda dengan Pantai Kuta. Hanya saja, di sini dihiasi dengan berbagi restorang seafood. Pilihan untuk makan malam di tempat ini memang sangat tepat. Makan malam sambil ditemani dengan pemandangan sunset yang sangat indah. Sangat romantis.

Dinner ditemani sunset di Jimbaran

Dinner ditemani sunset di Jimbaran

Salah satu hiburan di Jimbaran

Dinner sambil menikmati sunset di Jimbaran
Hari kedua tour kami kami adalah menuju pusat perbelanjaan Krisna. Tak berbeda dengan Joger, di Krisna juga dipenuhi dengan oleh-oleh khas Bali mulai dari makanan, sampai pernak pernik. Dari Krisna, kami kemudian melanjutkan perjalanan menuju pasar lukisan. Nama dan lokasinya saya lupa, namun di sini bisa dijumpai beragam lukisan buah tangan seniman Bali. Kami tak lama di pasar lukisan ini karena tujuan berikutnya adalah menuju Pasar Sukowati. Bagi para pelancong yang ingin berburu cendera mata khas bali dengan harga pas, silahkan berkunjung ke pasar ini. Bagi yang pintar menawar, pasti bisa mendapatkan barang bagus dengan harga yang murah. Dipasar ini terdapat dua Pura. Tak cukup dua hari saja untuk mengenal Bali lebih jauh. Selalu saja timbul rasa penaisaran akan pulau ini. Tak heran, Bali selalu saja ramai untuk terus dikunjungi.

Berpose di salah satu spot sentra oleh-oleh Khrisna

Berpose dengan latar lukisan seniman Bali di pasar lukis

Berpose di depan Pasar Sukowati

Seorang ibu sedang melakukan sembahyang di salah satu pura di Pasar Sukowati

Sembahyang di salah satu pura di Pasar Sukowati

Sesajen di salah satu pura di Pasar Sukowati
Thanks to :
- Mbo Ayu yang telah memperkenalkan Bali dalam rangkaian kata dan cerita yang begitu apik.
- Mba Maya Lovita, owner Maya Gobal Travel yang telah dengan sabar memenuhi rasa dahaga kami akan pulau Bali.
- Supir mobil bus yang senantiasa melajukan busnya menyisiri jalan-jalan kota Bali yang sempit.
- Rekan-rekan sekalian yang telah merencanakan perjalanan ini.










































