
Nih Pak pahiran dengan Pak Anwar lagi foto dengan dua sodara kembar mereka
Assalamualaikum…. m… baru muncul lagi nih di blog. Maklum.. beberapa baulan terakhir ini sibuk teyus!!! Padahal kalau dipikir-pikir dari terakhir posting ke blog sampai sekarang terus terang banyak moment yang menarik (menurutku) terlewatkan begitu saja tanpa ditulis di blog. Tapi nggak papa..
Hari ini (tanggal 25 desembe 2008) saat beberapa sudara kita sedang khusyuk dengan kegiatan ibadahnya, temen-temen kantorq (yang kebetulan muslim semua) ngadain acara di Limbung, salah satu kabupaten di Sul-Sel. Kotanya memang tidak ada yang menarik di sana. Tetapi perjalanan dan suasana di sana yang saya alami di sanalah yang menarik (menurutku).
Diawali dari perubahan tempat wisata yang semula direncanakan di daerah Bili-Bili, entah kenapa Bosku yang bertindak sebagai koordinator lapangannya merubah tempat wisata dari tempat awal. Walhasil, beberapa orang tidak mau ikut (sebenarnya sih karena mereka lebih memilih tinggal di rumah n nggak ada hubungannya dengan perubahan tempat wisata hehehehehe….)
Kamipun segera berangkat menuju tempat yang dimaksud dengan arak-arakan kendaraan + 5 kendaraan. Selama perjalanan menuju sana kepalaku mulai pusing (biasa, kata temen-temen aku memang tidak ditakdirkan sebagai orang kaya, soalnya setiap kali naik mobil mewah-karena kebetulan waktu itu aku naik mobil mewah- bawaannya pengen muntah). Untunglah perjalanan tidak begitu jauh, sehingga aku tak perlu mengeluarkan semua isi perutku di dashboard mobil.
Kamipun parkir, Aku sedikit terkejut melihat beberapa ekor ikan di kolam yang ada di tempat wisata yang kami tuju. Bentuknya jelek (kalau mau

dasar ikan jelek
dibandingkan dnegan orang sih, lebih mirip Ruben Onsu kalau bibirnya dijepit pakai penjepit baju). Bentuknya seperti Arwana tetapi moncongnya kayak buaya (Aku jadi heran, jangan-jangan itu hasil selingkuhan ikan arwana dengan buaya). panjagnya kira-kira semeter dan lebarnya mungkin sekitar 25 Cm dengan pembawaan yang tenang. Karena tidak tahan dengan rupanya yang jelek itu akupun memilih unutk beristirahat di pondokan yang ada di dekat situ.
Lama aku duduk-duduk, tiba-tiba aku ditawari oleh salah satu istri dari Bosku untuk bernyanyi. sebenarnya sih aku sudah menolak dengan memberi isyarat sambil mengelus-elus tenggorokan (maksudnya sih mau ngasi tau kalau tenggorokkanku sedang bermasalah, tetapi tiba-tiba aku disuguhi air buat minum). Aku sudah menolak untuk naik menyanyi, tetapi karena terus-terusan dipaksa, akhirnya akupun naik ke atas panggung dengan canggung kayak orang abis makan kangkung sambil menggantung dengan tangan buntung trus tersinggung…….
Karena bingung mau nyanyiin apaan? akupun memutuskan untuk menyanyi lagunya “bengawan solo” walaupun dari bawah, beberapa teman kantor berteriak sambil bilangin

Ni pada ngumpul
“Kepompong…!!!!!!”………………………………………………. (sampai di sini aku tak mengingat apa-apa lagi, soalnya maluuuuuuu abis!!!!)
wassalamualaikum..

