Arsip Penulis

h1

Punnaga, mutiara yang tersembunyi.

April 4, 2012
image

Punnaga

Saya tidak menyangka sebelumnya jika di daerah Takalar, Sulawesi Selatan memiliki objek wisata yang hampir mirip dengan Tanah Lot di Bali. Punnaga namanya, dan saya tidak tau apa arti dari nama itu. Sabtu, tanggal 17 Maret 2012 lalu saya dan beberapa teman yang “masih” mendeklarasikan diri merka Geng Gempar (gemar parwisata red.) sepakat untuk mengunjungi salah satu objek wisata yang berada di daeah Takalar, Sulawesi Selatan. Ide awal ini berasal dari teman saya yang bernama Dona. Menurut informasi yang ia dapat, di daerah Takalar tersebut ada wisata pantai yang cukup menarik, apalagi setelah melihat foto-foto preweding temannya. Akhirnya, setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu setengah jam, kamipun tiba di objek wisata dimaksud.  

Saya tidak begitu hapal jelas rute yang di lalu ke objek wisata ini. Itu karena beberapa kali kami sempat kesasar dan harus bertanya pada penduduk setempat. Begitu sampai di Punnaga, saya begitu takjub dengan pemandangannya. Ada sebuah villa milik Wakil Bupati Takalar di daerah tersebut. Menariknya, justeru villa ini berdiri di spot terbaik yang ada di Punnaga. Sayangnya, objek wisata ini kurang mendapat perhatian untuk dikembangkan, tetapi tidak mengurangi kecantikannya (tidka diperhatikan saja sudah menarik, bagaimana kalau dirawat??). Berikut adalah pemandangan yang sempat saya abadikan di Punnaga ini.

image

Salah satu spot di Punnaga

image

Salah satu spot di Punnaga

image

Salah satu spot di Punnaga

image

Salah satu spot di Punnaga

image

Salah satu spot di Punnaga

image

Salah satu spot di Punnaga

image

Salah satu spot di Punnaga

image

Salah satu spot di Punnaga

image

Salah satu spot di Punnaga

image

Salah satu spot di Punnaga

image

Salah satu spot di Punnaga

h1

MALAYSIA, realy truly asia.

Maret 27, 2012

image

27 sampai dengan 29 Januari 2012 lalu, saya dan beberapa teman yang menamakan diri sebagai Geng Gempar (singkatan dari gemar pariwisata) melakukan perjalanan yang menurut kami cukup “extreme” dalam sejarah pertemana kami bahkan Dona salah satu teman saya rela membelanjakan uang proposal kuliahnya untuk melancong ke Kuala Lumpur, Malaysia. Tetapi, bukan ini yang akan saya kisahkan di ketikan saya kali ini. Saya akan menceritakan pengalamam saya selama berada dan untuk pertama kalinya berada di luar negeri.

image

Gank Gempar

Perjalanan kami mulai dengan mengguanakn pesawat super murah Air Asia dari Makasar. Saat itu, rute Air Asia dari Makassar baru satu rute yaitu Kuala Lumpur. Setelah menempuh penerbangan kurang lebih 3 jam 15 menit, kamipun tiba di LCCT (Lower Cost Carrier Terminal) atau lebih tepatnya bandara khusus untuk maskapai Air Asia. Saya cukup terpukau dengan LCCT, bandara ini tidak ada bedanya dengan bandara di kota besar lainnya yang ada di Indonesia pada umumnya. Kompleks bandara ini cukup besar, mungkin 3 kali lebih besar dari bandara Sultan Hasanuddin di Makassar. Jangan berharap kita akan dimanjakan dengan fasilitas belalai atau transportasi begitu turun dari pesawat, karena kita harus menempuh perjalanan dari pesawat ke terminal kedatangan dengan berjalan kaki hampir sejauh 1 km. Tetapi itu tidaklah menjadi masalah. Sesampainya di terminal kedatangan kita harus ke counter imigrasi terlebih dahulu. Jangan khawatir, di LCCT disediakan banyak counter imigrasi sehingga kita tidak perlu berlama-lama mengantri. Proses di imigrasinyapun cukup singkat (menurut apa yang saya rasakan). Selepas dari imigrasi kita langsung menuju ke luar. Di bandara LCCT bisa kita jumpai banyak perusahaan yang menawarkan fasilitas seperti booking hotel, paket travel atau hanya sekedar transportasi dari bandara ke kota-kota di Kuala Lumpur. Saat itu kami menggunakan fasilitas bus dengan harga 8 Ringit Malaysia per orang untuk mengantar kami dari bandara ke Chinatown di daerah petaling. Dari sinilah mataku benar-benar menyaksikan Malaysia secara langsung.

image

LCCT dengan latar Air Asia

image

Salah satu spot di LCCT

China Town Petaling Street, Pasar kaget yang benar-benar membuat kaget.

Penghentian pertama kami adalah China Town di daerah Petaling Street. Ide pemilihan tempat ini sebanrnya berasl dari salah satu teman saya, Linda. Sebenarnya daerah yang menjadi tujuan para pelancong ke Kuala Lumpur adalah di daerah Bukit Bintang. Namun menurut Linda, pemilihan China Town ini karena di daerah ini terdapat pasar kaget yang menjual berbagai pernak pernik khas Malaysia dengan harga yang cukup murah. Namanya saja pasar, jadi kita bosa dengan leluasa melakukan tawar menawar di sini. China Town yang kami datangi saat itu penuh sesak dengam kios-kios pedagang, mulai dari pedagang baju, sepatu, tas, sovenir dan makanan. China Town di Petaling Street sebenarnya merupakan sebuah gang yang pada siang harinya dapat dilalui kendaraan. Namun, jalan ini tertutup untuk kendaraan mulai dari pukul 6 sore sampai dengan 12 malam. Selepas pukul 12 malam, jalan ini kembali dapat dilalui oleh kendaraan dan kios-kios yang tadinya memenuhi jalanan seolah-olah lenyap. Yang menarik adalah, setelah seluruh kios kembali dirapihkan, petugas kebersihan mulai melakukan pembersihan sampah yang berserak di jalan ini saat itu juga sehingga pada pagi hari jalanan sudah bersih dari serakan sampah. Sangat berbeda dengan pasar-pasar yang ada di Indonesia. Aktifitas ini terjadi setiap harinya. Pada pagi hari pukul 6 pagi sampai dengan pukul 12 sore pedagang boleh menjajakan dagangannya di halaman ruko / bagunan / trotoar yang ada di sepanjang jalan di Chinatown, barulah pada pukul 6 sore badan jalan bisa digunakan untuk menjajakan dagangan sampai pukul 12 malam. Apabila anda berkunjung ke tempat ini pada malam hari, anda tidak akan menyangka kalau daerah tempan menjajakan daganang ini tadinya adalah jalan yang cukup ramai di siang harinya.   Kami menginap di salah satu inn yang ada di daerah China Town ini, namanya adalah Excel Inn dengan tarif sekitar 66 Ringgit atau setara dengan 160 ribu Rupiah permalam. Fasilitasnya memang sangat jauh dari hotel kelas melati sekalipun di Indonesia, namun untuk urusan AC, TV, kamar mandi dengan fasilitas air panas dan dingin hotel ini bisa diandalkan apalagi di hotel ini kita bisa mengakses internet dengan fasilitas wifii yang disediakan secara cuma-cuma untuk tamunya.

image

Berpose di salah satu spot di Petaling Street

image

Berpose di salah satu sisi di China Town

image

Salah satu sisi di China Town Petaling Street


image

berpose dengan latar China Town

image

China Town Petaling Street saat malam

image

Berpose di salah satu sudut China Towm

Kasturi Walk, Pasar Seni dan Es Teler 77.

Namamya Kasturi Walk, letaknya tak jauh dari China Town hanya perlu berjalan kaki sekitar 10 menit saja. sekilas tak berbeda jauh dengan China Town di Petaling Street. Selain lokasinya yang cukup bersih dan rapih di Kasturi Walk tidak terdapat penginapan di kanan kirinya, hanya toko dan restoran. Selain itu di Kasturi Walk para pedagang todak perlu repot-repot memasang dan membongkar kios dagangan mereka. Barang-barang yang dijual di tempat ini tak berbeda jauh dengan yang dijajakan di China Town. Menariknya di sini tedapat sebuah Central Market atau biasa disebut juga dengan pasar seni yang menjual barang-barang menarik teutama baju dan pernak pernik khas Malaysia. Di pasar seni ini juga terdapat beberapa toko yang menjual coklat dengan aneka rasa dan bentuk. Saya temasuk beruntung karna pada saat ke sana kebetulan sedang diselenggarakan pertunjukan Barongsai untuk memberkati toko-toko di dalam pasar, mumpung saat itu masih dalam euforia imlek. Di Kasturi Walk ini saya juga menemui produk franchise asal Indoensia, Es Teler 77. Lumayan, bisa mengobati rasa kangen akan masakan Indonesia yang punya cita rasa.

image

Kasturi Walk


image

Salah satu spot di Kasturi Walk


image

Kasturi Walk


image

Pertunjukan Barongsai di depan Central Market (Pasar Seni)


image

Pertunjukan Barongsai di depan Central Market (Pasar Seni)


image

Di depan Pasar Seni

LRT, masukkan Ringgit Malaysia dan nikmati perjalananmu.

Jika dihitung-hitung seumur hidup saya baru enam kali menaiki kereta. Dua kali saat di Indonesia (Jakarta – Bogor dan Bogor Jakarta) sisanya di Malaysia. Hal pertama yang saya bayangkan sebelum menaiki LRT di Malaysia adalah kereta super canggih dan itu terbukti. LRT sebenarnya merupakan kereta monorail yang jalurnya berada di bawah tanah. Saya begitu terpukau dengan sarana transportasi massal ini. Mulai dari kedatangan di stasiun, pembelian tiket sampai menunggu kereta datang semuanya dilakukan oleh mesin. Misalnya pada saat membeli tiket, kita tidak perlu mengantri di loket karena di statisum sudah tersedia mesin khusus untuk membeli tiket. Tinggal pilih tujuan anda dan mesin secara otomatis menghitung berapa harga tiketnya kemudian anda cukup memasukkan nominal Ringgit Malaysia dan tiket sudah ditangan. Harga tiket LRT ini tergantung dari tujuan anda memiliki beberapa jenis ada yang berbentuk lempengan koin plastik, lembaran kertas dan lembaran plastik. Tinggal masukkan / dekatkan tiket anda ke mesin sensor dan palang pintu akan terbuka secara otomatis segeralah menuju ke tempat menunggu LRT. Kita tak perlu menunggu lama-lama karena setiap beberapa menit selalu ada LRT yang singgah. Pintu LRT juga terbuka secara otomatis. Tak peduli apakah banyak penumpang atau tidak, yang jelas LRT ini akan kembali berjalan sesuai dengan jadwalnya. Mungkin di Indonesia layanan LRT ini hampir sama miripnya dengan Busway diluar macet dan desak-desakannya. Beberapa rute yang dilalui oleh LRT ini adalah Masjid Jameek, Bukit Bintang dan KLCC. Selai LRT, ada juga salah satu sarana transportasi jassal yang juga digunakan di negara ini. Yap, kerta monorail. Konsepnya sama persis dengan LRT, yang membedakan, jika LRT berjalan di bawah tanah, makan monorail ini berada beberapa meter dari permukaan tanah. Semua sistem transportasi massal ini sangat terintegrasi, artinya antara monorail dan LRT selalu terhubung, kita bisa mengganti moda transportasi dari LRT ke monorail atapun sebaliknya hanya dengan berpindah stasiun. Tak heran jika di Malaysia jarang sekali (bahkan tidak pernah) kita jumpai yang namanya kemacetan, semua sarana transportasi adalah transportasi massal (bus dan kereta) yang dibungkus dengan fasilitas stasiun otomatis yang benar-benar memanjakan siapapun yang ingin menggunakannya. Hmm… Konsep yang patut ditiru.

image

Membeli tiket di mesin


image

Naik eskalator menuju tempat menunggu LRT


image

Menunggu LRT

image

Salah satu LRT

image

Salah satu monorail yang terkoneksi dengan LRT

image

Suasana dalam LRT

image

Suasana di dalam LRT

KLCC, Tak ke sini, berarti belum pernahnke Malaysia.

Apakah yang menjadi kebanggaan dari Malaysia? Yup, icon menara kembarnya. Petronas Twin Tower ini merupakan salah satu simbol dari kemakmuran negeri Jiran ini. Kalau tidak salah, Petronas Twin Tower masih memegang rekor Menara Kembar Tertinggi di dunia yang sebelumnya dipegang oleh WTC yang ambruk 2002 lalu. Ingat ya, Menara Kembar tertinggi. Saya mencoba membaca beberapa artikel tentang menara kembar ini dan kalau tidak salah, pembangunan menara ini mulai dilakukan pad tahun 90 an oleh perusahaan arsitek asing (bukan dari hasil karya anak negeri). Penyelesaian kedua tower inipun tidak bersamaan (selisih setahun) tetapi saya tidak akan membicarakan mengenai sejarah pembangunan tower ini. Petronas Twin Tower ini berada di KLCC atau kepanjangan dari Kuala Lumpur City Center. Siapapun yang menemukan raksasa ini pasti akan langsung mengenali ciri khasnya. Di bawah bangunan ini terdapat sebuah pusat perbelanjaan yang dikenal dengan nama Suria Mall. Mall ini tidak berbeda jauh dengan mall-mall yang ada di Indonesia. Untuk menuju ke KLCC, anda dapat menggunakan LRT yang stasiunnya tepat berada di bawah Suria Mall. Saya sangat tercengang melihat bentuk dari Petronas Twin Tower ini. Teus terang, saya harus mendongakkan leher saya sampai sudt 90 derajad untuk bisa melihat ujing jari bangunan ini. Walaupun perancangnya bukan berasal dari Malaysia, namun arsitekturnya sangat ikonik dengan kultur asia. Apalagi jika melihatanya pada malam hari. Indahnya tak tehingga. Seumur-umur, saya baru melihat bangunan seindah ini. Saya membayangkan bagunan ini seperti dua gadis cantik yang berhiaskan permata berkilauan. Sungguh cantik. Oh iya, kita bisa menikmati wisata di gedung ini sampai pada lantai 42 (kalau tidak salah). Di tingkat tesebut terdapat sebuah jembatan penghubung dan pusat perbelanjaan selebihnya, gedung ini uga menjadi pusat perkantoran beberapa perusahaan dan salah satunya adalah si pemilik, Petronas. Sayang, saat saya ke sana, saya tidak sempat naik sampai ke lantai 42 karena harus membayar tiket 50 Ringgit Malaysa. Hikssss….. Selain Petronas Twin Tower, terdapat juga sebuah gedung yang juga merupakan ikon negara Malaysia yaitu KL Tower atau Menara Kuala Lumpur. Menara ini merupakan menara stasiun televisi milik negara Malaysia. Bentuknya sangat mudah dikenali dan letaknyapun tak jauh dari Twin Tower. Sama halnya dengan Petronas Twin Tower, menara ini juga sangat cantik di malam hari. Saya tidak tahu banyak tentang sejarah menara ini yang jelas, menara ini patut untuk dijadikan salah satu background foto kita. Hahahahahhahaha…. KLCC sebenarnya merupakan salah satu lokasi dimana terdapat pusat hiburan dan perbelanjaan. Selain Suria Mall di Twin Tower, anda juga bisa menemukan mall lainnya di daerah ini.

image

Berpose di salah satu sisi Suria Mall


image

Salah satu sisi Suria Mall

image

Salah satu sisi dalam Suria Mall

image

Salah satu tempat di Suria Mall


image

Salah satu spot di KLCC

image

Petronas Twin Tower


image

Salah satu spot di KLCC

image

Di salah satu halaman Petronas Twin Tower

image

Salah satu sudut KLCC saat malam


image

Salah satu sisi KLCC saat malam

image

Petronas Twin Tower saat malam

image

KL Tower saat malam

Malaysia, that’s realy trully asia.

Apa suku mayoritas di Kuala Lumpur? India, Melayu atau Cina? Saya tidak bisa membedakannya. Yang jelas, setiap kali melangkah, saya selalu menemukan orang India, Melayu dan Cina. Selama ini saya hanya mendengarkan slogan pariwisata Malaysia Trully Asia, dan memang benar bahwa Malaysia benar-benar asia sebenarnya. Di sini bisa dijumpai berbagai macam budaya diantaranya India, Melayu dan Cina. Tak heran jika Malaysia sendiri “kebingunan” untuk mengakui kekayaan budayanya (seperti batik). Bahasa umum yang digunakan adalaha bahasa Melayu dan Inggris sehingga kami tidak begitu kesulitan berkomunikasi.

image

Salah satu acara adat India


image

Berpose di salah satu kuil Hindu di Kuala Lumpur


image

Salah satu kesenian India


image

Berfoto bersama


image

Mencicipi manisan khas india


image

Bersama sang Pendeta


image

Berfoto bersama


image

Salah satu spot di kuil Hindu

Berbagai hal unik di Malaysia. Ada beberapa hal unik yang saya temukan di Kuala Lumpur, mau tau apa saja?

- Walaupun merupakan kota dunia, tetapi di Kuala Lumpur juga masih bisa dijumpai tuna wisma yang tidur di emperan toko dan taman-taman di sudut pasar. Jika saya bandingkan dengan Makassar yang hanya merupakan ibu kota propinsi biasa, jumlah gelandangan malah lebih banyak di Kuala Lumpur. Umumnya gelandangan yang ada di sini merupakan warga pendatang. Dari informasi yang saya dapat, ternyata gelandangan di daerah Kuala Lumpur menjadi tanggungan oleh negara. Mereka diberikan jatah makan 3 kali sehari. Ini baru namanya pemerintah yang bertanggung jawab. Lantas, mengapa gelandangan ini tidak dipulangkan kentempat asalanya? Selama mereka tidak mengganggu ketertiban, mereka tidak akan dideportasi. Wah, enak sekali rupanya menjadi gelandangan di Malaysia. *Naudzubillah…

- Orang-orang di Malaysia pada umumnya memiliki 2 pekerjaan. Maksudnya, pada siang hari mereka biasa bekerja kantorang misalnya menjadi bankir dan pada malam hari mereka mencari pekerjaan tambahan sebagai supir taksi. Itu informasi yang saya dapatkan setelah mewawancarai salah satu supir taksi yang saya tumpangi. “di Malaysia ini tidak ada orang miskin, yang ada hanyalah orang malas. Makanya banyak gelandangan karena meraka tak mau berusaha.” katanya. Nice…

- Salah satu teman saya sempat menanyakan masalah penyiksaan TKI di Malaysia ke salah satu warga Malaysia dan kurang lebih seperti ini jawabannya. “Saya tak tahu mengapa penduduk indonesia sangat ingin ke Malaysia menjadi pembantu? Kalau disuruh pilih, saya lebih memilih menjadi penyapu jalanan yang bekerja langsung dengan pemerintah karena semuanya dijamin oleh pemerintah. Kalau bekerja sama orang, belum tetntu kesejahteraan kita terjamin.” Ohhh… Begitu ya??

- Kalau di Indonesia kita mengenal Kota Kalong karna banyak kelelawarnya, maka di Kuala Lumpur saya menyebutnya Crown City (Kota Gagak) karna banyak burung gagaknya. Hahahahahahaha….

image

Burung gagak berterbangan

- Saya bisa menjamin taxi di Makassar 90 persen masih lebih bagus dari taxi di Kuala Lumpur, tidak percaya? Silahkan saja lihat.

- Lagu-lagu Indonesia banyak yang diputar di sini. Khususnya lagu dangdut yang diaransemen ulang. *Spechless

image

Nongkrong dulu


image

Nongkrong sambil makan sate


image

unforgetable

Saya ingin kembali ke kota ini lagi.

h1

Bali, dan keindahan para Dewa..

Januari 17, 2012

Satu hal yang membuat saya merasa bahwa Bali merupakan tempat yang cukup “nyaman” untuk dijadikan destinasi wisata adalah karna Mbo Ayu (tourguide saya) menyebut kami sebagai “saudara-saudara di luar bali”. Bali memang sangat menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama. Buktinya, dengan kejadian Bom Bali yang telah mencoreng dunia pariwisata di pulau ini rakyat Bali tidak serta merta memandang “sinis” pada umat muslim, tujuannya jelas, karena mereka ingin menjadikan Bali sebagai tempat dimana kepercayaan leluhur dijunjung tinggi dengan semua keanekaragaman yang sangat ditoleransi. Inilah yang menjadikan Bali selalu menarik untuk dikunjungi. Lagi… Lagi dan lagi.. Bagi saya, Bali memiliki dua wajah, kehidupan yang bebas dan agama yang melekat kuat. Di sisi lain kita bisa melihat kehidupan metropolis dengan segala kepenatannya bahkan budaya Bali yang luhur seolah-olah tenggelam dibuatnya, namun di sisi lain, kita juga bisa merasakan khidmadnya sebuah upacara agama hindu yang melekat kuat. Tetapi, kedua perbedaan tersebut justeru yang menjadikan kehidupan di Bali begitu seimbang, seperti Yin dan Yang yang selalu selaras.  

Tanggal 13 sampai 15 Januari lalu, saya mengikuti acara gatheing yang diadakan kantor. Kebetulan acara gathering ini dirangkainkan dengan perpisahan Bpk. Victor Lumban Gaol mantan Manager saya. Destinasi yang dipilih untuk acara gathering ini adalah pulau Bali.

Sebenarnya, ke Bali bukanlah merupakan perjalanan pertama saya. Ini adalah perjalanan ketiga saya di pulau para dewa ini. Namun, entah kenapa tidak ada rasa bosan untuk terus melancong ke tempat ini. Mungkin karena keberagamannya yang toada habis-habisnya untuk terus diexplorasi. Saya menginap di hotel Harris, salah satu hotel berbintang 4 di daerah kuta. Hotelnya cukup bagus dengan konsep alam terbuka dan cukup tenang karena letaknya yang jauh dari jalan raya kuta yang ramai. Lokasinyapun sangat strategis, untuk ke Kuta Road atau ke Tugu Peringatan Bom Bali cukup melewati Gang Pupis sepanjang -/+ 1,1 Km. Jika menyukai kehidupan malam, di Legianlah pusatnya. Sepanjang jalan bisa dijumpai bar dan cafe dimama aktifitas puncaknya di atas jam 10 malam. Di sinilah para turis dari berbagai penjuru dunia berpesta sampai pagi. Jalan ini justeru sepi di pagi hari (jam 6 sampai jam 10 pagi). Legian Kuta Bali memang merupakan salah satu tujuan wisatawan, namun penduduk Bali justeru enggan untuk ke tempat ini (selain mencari nafkah), bagi mereka di tempat ini sarat akan aktifitas yang dilarang oleh agama karena kehidupannya yang sangat bebas di tempat ini dan memang kehidupan di sini sangat bebas.  

image

Tugu Peringatan Bom Bali

Tujuan wisata pertama kami adalah mengunjungi Pura Taman Ayun. Saya tidak ingat betul jalur menuju ke Pura ini. Puranya cukup luas dan ditata dengan apik. Di depannya terdapat sebuah danau dan di tamannya terdapat sebuah air mancur. Sesuai dengan namanya yang berarti cantik / indah, pura ini memang indah.

image

Berpose di depan Pura Taman Ayun


image

Berpose di salah satu sisi Pura Taman Ayun


image

Salah satu sisi Pura Taman Ayun

Tujuan berikutnya adalah mengunjungi pabrik kata-kata Joger. Dua perjalanan saya ke Bali, saya belum pernah mengunjungi tempat perbelanjaan ini. Joger yang saya datangi adalah Joger Taman. Lokasi menuju ke sini saya juga lupa. Tokonya cukup besar dan dipenuhi beragam pernak pernik khas Joger. Sesuai dengan slogannya, Pabrik Kata-Kata dan memang di toko ini kata-kata diubah menjadi cendera mata. Jika jeli, pasti menemukan barang-barang unik di sini. Saya baru tau kalo Joger itu adalah sebuah nama. Nama pendirinya lebih tepatnya. Adalah seorang mahasiswa arsitektur bernama Jhon Gerald (kalau tidak salah) lah yang telah berjuang membuat kata-kata menjadi oleh-oleh yang patut untuk dibawa pulang. Salute untuk om Joger.  

image

Berpise di depan toko oleh-oleh Joger


image

Salah satu sisi di Joger


image

Salah satu spot di Joger


image

Salah satu spot di Joger


image

Sakah satu pernak-pernik yang dijajakan di Joger


image

Salah satu spot di Joger


image

Salah satu pernak-pernik yang dijajakan di Joger


image

Salah satu spot di Joger


image

Salah satu spot di Joger

Tujuan berikutnya adalah Bedugul. Perjalanan dari Joger menuju Bedugul sekitar satu jam. Bedugul merupakan sebuah kota di dataran tinggi dimana di sini terdapat sebuah danau yang cukup luas. Karena letaknya di dataran tinggi, tak heran di sini sangat dingin. Apalagi di musim hujan. Salah satu tujuan wisata di tempat ini adalah Pura Ulun Danu. Dinamakan Ulun Danu, karena memang pura ini berada di Danau. Banyak wisatwan yang berkunjung ke pura ini. Kebetulan saat itu sedang ada persiapan upacara sehingga warga di sekitar situ sibuk menyiapkan janur dan bambu untuk persiapan upacara. Jalan menuju ke pura ini adalah melewati sebuah jembatan yang terbuat dari kayu dan bambu.  

image

Berpose dengan latar danau Bedugul


image

Berpose dengan latar danau Bedugul


image

Salah satu spot dengan latar danau Bedugul


image

Berpose dengan latar gerbang menuju Pura Ulun Danu


image

Warga sedang mempersiapkan upacara di Pura Ulun Danu


image

Berpose dengan latar Pura Ulun Danu


image

Pura Ulun Danu

Selepas dari Bedugul, perjalanan kami lanjutkan ke Tanah Lot. Ini merupakan salah satu tempat yang ingin saya datangi jika berada di Bali. Namun sayang, dua perjalan saya terdahulu tidak mampir ke tempat ini. Di Tanah Lot terdapat sebuah pura di atas tebing batu. Apabila air pasang, maka Pura ini tidak dapat dijangkau dan beruntunglah apabila air sedang surut. Di lokasi ini juga terdapat objek wisata lainnya yaitu air suci dan ular suci. Konon katanya, ular suci ini merupakan titisan ikat pinggang salah seorang pertapa di sini. Ular inilah yang menjaga Pura Tanah Lot ini. Pemandangan Pura Tanah Lot sangat indah, laut lepas, tebing karang dan ombak yang bergejolak merupakan warna khas dari objek ini. Setiap spot untuk berfoto di tempat ini tidak ada yang tidak indah. Apalagi, apabila menyaksikan sunset di tempat ini. Sayang, ketika saya ke situ sedang turun hujan sehingga di langit yang terlihat hanya warna kelabu.  

image

Berpose dengan latar Pura Tanah Lot


image

Berpose dengan latar Pura Tanah Lot


image

Brpose di salah satu spot di Pura Tanah Lot


image

Berpose di salah satu spot di Pura Tanah Lot


image

Ular Suci Penjaga Pura Tanah Lot

Perjalanan kami berikutnya adalah makan malam di Jimbaran. Pantai Jibaran sebenarnya tak berbeda dengan Pantai Kuta. Hanya saja, di sini dihiasi dengan berbagi restorang seafood. Pilihan untuk makan malam di tempat ini memang sangat tepat. Makan malam sambil ditemani dengan pemandangan sunset yang sangat indah. Sangat romantis.

image

Dinner ditemani sunset di Jimbaran


image

Dinner ditemani sunset di Jimbaran


image

Salah satu hiburan di Jimbaran


image

Dinner sambil menikmati sunset di Jimbaran

Hari kedua tour kami kami adalah menuju pusat perbelanjaan Krisna. Tak berbeda dengan Joger, di Krisna juga dipenuhi dengan oleh-oleh khas Bali mulai dari makanan, sampai pernak pernik. Dari Krisna, kami kemudian melanjutkan perjalanan menuju pasar lukisan. Nama dan lokasinya saya lupa, namun di sini bisa dijumpai beragam lukisan buah tangan seniman Bali. Kami tak lama di pasar lukisan ini karena tujuan berikutnya adalah menuju Pasar Sukowati. Bagi para pelancong yang ingin berburu cendera mata khas bali dengan harga pas, silahkan berkunjung ke pasar ini. Bagi yang pintar menawar, pasti bisa mendapatkan barang bagus dengan harga yang murah. Dipasar ini terdapat dua Pura.   Tak cukup dua hari saja untuk mengenal Bali lebih jauh. Selalu saja timbul rasa penaisaran akan pulau ini. Tak heran, Bali selalu saja ramai untuk terus dikunjungi.    

image

Berpose di salah satu spot sentra oleh-oleh Khrisna


image

Berpose dengan latar lukisan seniman Bali di pasar lukis


image

Berpose di depan Pasar Sukowati


image

Seorang ibu sedang melakukan sembahyang di salah satu pura di Pasar Sukowati


image

Sembahyang di salah satu pura di Pasar Sukowati


image

Sesajen di salah satu pura di Pasar Sukowati

Thanks to :
- Mbo Ayu yang telah memperkenalkan Bali dalam rangkaian kata dan cerita yang begitu apik.
- Mba Maya Lovita, owner Maya Gobal Travel yang telah dengan sabar memenuhi rasa dahaga kami akan pulau Bali.
- Supir mobil bus yang senantiasa melajukan busnya menyisiri jalan-jalan kota Bali yang sempit.
- Rekan-rekan sekalian yang telah merencanakan perjalanan ini.

h1

Mencoba Memahami Orang Lain

November 16, 2011

Mungkin bagi anda yang pernah menonton film Spiderman 3 akan ingat dengan adegan dimana Spiderman berduel dengan Sandman. Saat itu Piter Parker ingin membalas dendam kepada Flint Marko karena telah membunuh pamannya (di Spiderman 1). Saat pertempuran sengit berlangsung, Flint Marko akhirnya menceritakan kejadian sebenarnya di hari ketika ia terpaksa menembak Ben Parker paman Piter. Saat itu, Flint Marko hanya meminta Ben untuk turun dari mobilnya karna ia sedang dikejar oleh polisi lantaran baru saja merampok sebuah bank. Flint Marko menjelaskan kepada Ben bahwa ia terpaksa merampok bank karena ingin membiayai pengobatan putrinya. Ben Parker menasihati Flint agar ia segera pulang dan menemui putrinya yang sedang sakit itu, namun tanpa disengaja tiba-tiba rekan sesama perampok Flint Marko muncul dari belakang dan mendorongnya sehingga refleks Flint menarik pelatuk pistolnya (yang masih terhunus ke Ben Parker) dan menembak Ben Parker. Ia tidak sengaja melakukan hal itu karena terkejut, karena panik, akhirnya Flint Marko kabur bersama temannya dan meninggalkan Ben yang sedang sekarat. Mendengar penjelasan dari Flint tesebut, Piter Parker menjadi dilema. Dendam akan kematian pamannya masih belum hilang begitu saja. Dia akhirnya tau bahwa itu adalah sebuah kecelakaan, namun ia masih belum bisa memaafkan Flint sebagai orang yang harus bertanggung jawab atas kematian paman yang paling ia sayangi itu.

“Aku tidak beharap kau memaafkanku, tetapi aku hanya mengharapkan kau mengerti” kurang lebih seperti itulah kalimat yang diucapkan Flint Marko kepada Piter Parker. Mendengar ucapan tesebut, akhirnya Piterpun melepaskan Flint dan memutuskan untuk tidak melanjutkan pertempuran. Rasa dendamnya yang menggebu-gebu perlahan-lahan mulai hilang. Inilah adegan yang paling saya ingat dan saya suka dari film Spidermen 3.

Saya tertarik dengan ucapan Flint kepada Piter yang membuat hati Piter akhirnya luluh juga. Yup, memang benar, menurut saya hal terpenting di dunia ini bukanlah sekedar memaafkan kesalahan orang lain kepada kita, melaikan bagaimana kita bisa memahami mengapa orang tersebut melakukan hal yang melukai hati kita. Ada kalanya kita berada di posisi paling benar saat orang lain menyakiti kita, namun jika kita lebih jeli dan lebih mau memahami mengapa orang tersebut melakukan hal tersebut, mungkin kita akan lebih bisa memaklumi bahwa iapun sedang dalam posisi yang tidak seberuntung kita (ada sesuatu hal yang harus ia perjuangkan). Contoh kasusnya seperti pada posisi Flint Marko yang saat itu sedang bingung karena putrinya sedang sakit. Kita mungkin agak sulit memaafkan kelakukan orang lain apalagi jika itu benar-benar menyakiti kita, tetapi ketika kita sulit untuk memaafkan, mari kita coba memahami. Jika kita telah paham, dengan sendirinya kita akan lebih mudah memafkan dan mengikhlaskan. Untuk memahami, sebaiknya kita mengenyampingkan siapa yang benar atau siapa yang salah. Mari melihat duduk persoalan dari sisi yang berbeda maka kita akan menemukan banyak alasan. Mungkin saja seseorang mencuri dompet kita karena dia harus membiayai pengobatan anaknya, atau bisa saja seseorang tanpa sengaja menyerempet kendaraan kita karena dia sedang terburu-buru untuk urusan kantor yang sangat penting, atau bisa saja seseorang tepaksa mengeluarkan kata-kata yang kurang enak kepada kita lantaran ia sedang punya banyak masalah. Namun, jika orang tersebut memiliki itikad baik untuk meminta maaf kepada kita, tidak ada salahnya jika kita memberikan maaf. Dengan begitu,  kita setidaknya bisa membantu mengurangi beban fikiriannya.

Memang, tidak semua hal bisa dimaafkan dengan mudah, namun bukan berarti itu menjadi alasan kita untuk tidak memberikan maaf. Ketika kita tidak punya cukup alasan untuk memberikan maaf kepada seseorang, cobalah untuk memahami posisinya, mungkin itu sudah cukup baginya.

Di dunia ini ada lebih dari lima milyar orang dengan pribadi dan watak yang berbeda. Kesemuanya bermuara pada satu tujuan, yaitu kehidupan yang lebih baik. Namun, terkadang mereka terpaksa harus merugikan orang lain untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik tersebut. Bisa saja itu terjadi pada anda, pada saya, pada dia, pada kita semua.

Kita adalah penilai terhadap diri kita sendiri dan orang lain.

h1

굉장

Oktober 15, 2011

walaupun tidak paham artinya, tapi saya tau maksud dari video ini. ini adalah salah satu video pariwisata Korea Selatan yang ditampilkan dengan begitu apik. icon pop di negara ini diikutsertakan dalam proyek video pariwisata ini. dan hasilnyaaa… “AWESOME”. terus terang, saya sangat menyukai video ini. bukan karena model video clipnya, tetapi ide di balik pembuatan videonya. . sangat kreatif. satu lagi, musiknyapun enak didengar. simak saja..

h1

LOMBOK

Oktober 8, 2011

Tanggal 6 juli 2011 lalu, saya dan beberapa teman SMA (yusran aka minno, ridwan aka dona, dan linda aka simon perez) melancong ke Lombok. Diawali dengan kenekatan dan pengelaman yang sangat minim tentang daerah ini, kamipun membulatkan tekad untuk menjelajahi Lombok. Perjalanan kami mulai dari Bali kemudian menempuh perjalanan darat selama + 1 jam menggunakan mobil carteran dari Denpasar. Tujuan pertama kami adalah Padang Bai. Padang Bai adalah salah satu pelabuhan penyebrangan yang ada di Bali. Pelabuhan ini merupakan gerbang penghubung pulau Bali dengan pulau Lombok.

Sesampainya di Padang Bai, kamipun membeli tiket ferry untuk menyebrang ke Lombok. Jangan khawatir untuk ketinggalan ferry, karena setiap jammnya selalu ada ferry yang merapat di pelabuhan ini selama 24 jam nonstop. Perjalanan menggunakan ferry memakan waktu + 5 jam menuju Pelabuhan Lembar di Lombok. Sebenarnya, ada beberapa sarana yang bisa dipilih untuk menyeberang ke pulau Lombok melalu Padang Bai. Bisa menggunakan ferry, bisa pula menggunakan kapal cepat / speed boat. Speed boat biasanya digunakan para turis untuk mengantar mereka langsung ke spot-spot wisata di pulau Lombok.

Sesaimpainya di Lembar, kami melanjutkan perjalanan darat sekitar + 2 jam menuju ke Pelabuhan (lupa nama pelabuhannya) Tujuan pertama kami di Pulau Lombok adalah mengunjungi Pulau Gili Terawangan. Untuk ke Gili Terawangan, bisa melalui pelabuhan ini dengan menggunakan kapal tradisional. Penyeberangan ke Gili Terawangan memakan waktu sekitar + 30 menit.

 

GILI TERAWANGAN “Kampung Bule”

salah satu spot di Gili Terawangan

salah satu spot untuk menyaksikan sunrise di Gili Terawangan

Yeah, saya menyebut pulau ini sebagai “Kampung Bule”. Bagaiaman tidak, lebih dari separuh penduduk pulau ini adalah para turis dari berbagai Negara. Pulau Gili Terawangan tidaklah begitu besar. Anda bisa memutari pulau ini dengan menggunakan sepeda dengan waktu tidak lebih dari 1 jam. Walaupun sangat kecil, tetapi pulau ini juga dihuni oleh penduduk pribumi. Pesisir pantainya dipenuhi dengan deretan kafe, restaurant, hotel, resort, art shop dan Bar yang ditata begitu apik. Di antara deretan bangunan tersebut terdapat jalan setapak selebar + 2 meter untuk para pejalan kaki. Transportasi utama di pulau ini adalah bendi dan sepeda. Pulau ini juga merupakan tempat yang pas untuk menyaksikan sunrise dan sunset. Untuk merasakan euphoria dari pulau ini sebaiknya di malam hari, karena pada malam harilah semua penghuni pulau ini keluar untuk berpesta.

Agenda pertama kami di Gili Terawangan adalah snorkeling. Dengan membeli paket snorkeling kamipun diajak merasakan indahnya taman laut di pulau ini.

salah satu spot di gili terawangan bersama racuners

salah satu spot di gili terawangan

minno bersama cidomo *kembarannya

salah satu spot di gili terawangan

salah satu spot di gili terawangan

salah satu spot di gili terawangan untuk diving

salahs atu spot untuk menyaksikan sunrise di gili terawangan

salah satu spot di gili terawangan

pesisir pantai di gili terawangan

salah satu spot di gili terawangan

salah satu spot di gili terawangan

salah satu spot di gili terawangan

sunset di salah satu spot di gili terawangan

sunset di salah satu spot di gili terawangan

PANTAI SENGGIGI “saksikan berbagai event bahari di sini”

salah satu spot di pantai senggigi bersama model kita, linda simon peres.. wakakakaka

Selain Gili Terawangan, kita diajak pula mengitari pulau Gili Menok untuk menyaksikan keanekaragaman biota laut di sana. Setalah itu, menyaksikan kawanan penyu (namun sayang, saya tidak melihat seekor penyupun saat snorkeling di sana). Setelah puas bersnorkeling, kamipun merapat ke Pulau Gili Air. Pulau Gili Air tidak sebesar Gili Terawangan. Pulau ini dipenuhi dengan restaurant & kafe. Kami mampir ke pulau ini untuk makan siang dan setelah itu, kamipun kembali ke Gili terawangan untuk mempersiapkan diri menantikan sunset di sana.

Setelah menikmati malam yang begitu memukau di Gili Terawangan, kamipun bergegas  meninggalkan pulau Gili Terawangan ini untuk kembali ke Lombok mengunjungi destinasi berikutnya. Yeah, Pantai Senggigi. Selama perjalanan menuju Pantai Senggigi saya terpukau dengan pemandangan pesisir pantai Lombok. Begitu indah, sesekali kita melewati tebing dengan pemandangan laut yang biru dan masih asri. Pantai Senggigi tak kalah menariknya dengan Gili Terawangan. Di sini terdapat beberapa hotel berbintang dengan pemandangan mengarah ke Pantai Senggigi. Di Pantai ini juga sering diadakan event-event bahari. salah satunya pelepasan puluhan tukik (bayi penyu) dan lomba renang jarak jauh “10.000 meter gaya bebas” GILA!!! Sunset di pantai ini juga tak kalah menariknya, hanya saja saat kami berada di sana, tidak sempat menyaksikan sunset. Hiks..

salah satu spot di senggigi beach

salah satu spot pantai senggigi

salah satu spot di pantai senggigi

SADE VILLAGE “komplek perumahan tradisional”

salah satu suku sasak di sade village yang sedang menenun songket

Selain wisata pantai, kami juga diajak menikmati wisata budaya yang ada di Lombok. Salah satunya dengan menunjugi Desa Sade. Desa yang mejadi salah satu cagar budaya ini berpenghuni tak kurang dari 100an kepala keluarga. Di sinilah kita masih bisa menyaksian suku asli pulau Lombok. Suku Sasak. Bangunan di desa ini sangat unik. Setiap ruangan yang ada di dalam rumah memiliki fungsi dan arti masing-masing. Hal menarik dari rumah-rumah yang ada di Desa Sade adalah, tanahnya terbuat dari campuran kotoran kerbau dan tanah liat namun begitu kokoh. Profesi utama dari penduduk di desa ini adalah bertani dan menenun. Hasil tenaunannyapun sangat cantik dengan beraneka ragam warna. Warna kain tenunan mereka berasal dari ekstrak tumbuhan jadi sangat ramah  lingkungan.

berfoto bersama

salah satu sisi / koplek di desa sade

interior rumah suku sasak

sade village

KAIN SONGKET “wanita tak boleh nikah sebelum pintar menenun”

foto bersama salah satu pengrajin songket

Selain desa Sade, kami juga mengunjungi pusat kerajinan tenun kain Songket (lupa nama desanya). Di tempat ini kita bisa menemukan para wanita menenun kain songket dengan menggunakan mesin tenun tradisional. Konn katanya, para wanita belum diperbolehkan menikah jika belum mahir menenun. Selain itu, jika sedang “datang bulan”, wanita dilarang menenun. Untuk menyelesaikan satu kain songket diperlukan waktu sampai sebulan lamanya tergantung seberapa rumit motif yang digunakan. Motif terumit yang pernah ditenun adalah motif Naga / Ular. Menurut kepercayaan penduduk setempat, untuk menenun Motif Naga / Ular biasanya sipenenun mendapat wangsing berupa mimpi didatangi seekor ular. Sipenenun akan sakit selama beberapa hari dan setelah itu barulah menenun. Percaya atau tidak, yang jelas hasil tenunan mereka sangat indah.

berfoto bersama salah satu pengrajin songket sambil belajar membuat songket

berfoto menggunakan pakaian adat lombok

kain songket hasil tenunan

berfoto menggunakan busana adat dengan latar rumah adat suku sasak

KUTA LOMBOK “saya tidak pernah menyaksikan ini sebelumnya”

salahs atu spot di kuta lombok bersama linda simn peres.. wakakakaka

Jika saya disuruh memilih antara pantai Kuta di Bali dengan Kuta Lombok, maka saya akan memilih Kuta Lombok sebagai pilihan utama Saya. Saya tidak bisa berkata-kata begitu melihat Pantai Kuta Lombok ini. Begitu sangat super indah. Pasirnya putih dengan butir-butir pasir yang khas (sebesar biji merica) warga sekitar biasa menjajakan pasir Kuta Lombok ini sebagai oleh-oleh. Selain itu, pantai ini juga dipercantik dengan tebing-tebing batu yang indah. Dikejauhan kita juga bisa menyaksikan bukit yang menyerupai kura-kura. Pokoknya, pantainya sangat indah. Jauh lebih indah dari pantai manapun yang pernah saya lihat.

berfoto dengan latar bukit

pulau kura-kura di kejauhan

salah satu spot di kuta lombok

salah satu spot di kuta lombok dengan pasir putihnya yang khas

berfoto dengan latar pulau kura-kura

MUTIARA “salah satu yang terbaik”

Nahhh… bagi pecinta perhiasan, Lombok bisa dijadikan sebagai salah satu tempat untuk mendapatkan mutiara dengan kualitas terbaik. Kami diberi kesempatan untuk mengunjungi sentra penjualan mutiara terbaik. Ada yang seharga ratusan ribu sampai puluha juta Rupiah. Sayang duit saya tidak cukup. Hehe…

Perjalan kami di Lombokpun ditutup dengan bersantai di alun-alun kota sembari menikmati jagung bakar. Ahh… nikmatnya. Itulah beberapa pengalaman saya selama mengunjungi Lombok. Bagi anda yang menginginkan wisata yang  berbeda, silahkan datang ke Lombok dan merasakan perbedaanya.

hoaaaaaaaammm... cappek

h1

around makassar

Juli 3, 2011

beberapa waktu lalu saya coba iseng-iseng untuk streaming di youtube. waktu itu, word kay yang saya gunakan adalah “makassar”. entah kenapa saya ingin nonton video seputar makassar? mungkin karena saya terinspirasi oleh iklan promosi salah satu maskapai penerbangan asing dan iklan promosi salah satu negara di asia tenggara. nha, ketika semua video tentang makassar muncul di list, mulailah saya buka satu persatu. dan walhasil, saya temukan video ini http://www.youtube.com/watch?v=wj2-GX7suMk&feature=related

di video ini menceritakan secara singkat sejarah makassar. termasuk mengapa kota ini dinamakan makassar? saya juga baru tau sejarah luhur di balik nama kota makassar. pokoknya setelah menonton video ini, saya jadi makin cinta sama kota makassar. jadi pengen buat video serupa. hehehe

h1

hoby biker ditambah dengan keahlian ngedit.. *bakat yang tiada tandingannya.

Mei 21, 2011

hm… libur 4 hari kemarin sangat sangat sangat dan sangat memuaskan… 60 persen liburannya dihabiskan dengan ngebike. tapi rute yang kuambil kali ini adalah ke arah bukit. pemandangannya lumayan bagus. apalagi saat sunset. sempat jepret sana jepret sini,shoot sana shoot sini dan secara tidak diduga, ternyata hasil shootnya bisa kuedit. jadi, dapat tambahan ilmu lagi nih buat ngedit video. hahaha… memang calon sineas muda berbakat. berikut ini beberapa hasil karyaku…

ini diambil pada hari pertama..

dan berikut ini adalah ngebike di hari berikutnya bersama muhammad rinta

selamat mengagumi. hahahaha

h1

selalu mengagumi jeneberang..

Mei 8, 2011

kenapa saya selalu mengambil gambar jeneberang dan jembatannya? karena saya mengagumi sungai ini. apalagi jembatannya yang kokoh. berikut hasil jepretannya..

sekian dan terima kasih..

h1

Again & Again vs Agan & Agan.. wakakakaka..

Mei 1, 2011

iseng-iseng streaming di youtube videonya 2PM, akhirnya saya temukan juga video Again & Again versi gokilnya. perut sakit gara-gara ketawa sampai sinting.

ini viedo Again & Again 2PM versi aslinya

naaahhhh.. ini nih versi bajakannya… wakakakakka

*nb : dancernya serius amat jogetan. wakakakakkakaka…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.