h1

Jalan – Jalan ke Bantimurung

tanggal 31 Agustus lalu, sehari sebelum pasa neh, kite-kite pada bikin acara rekreasi ke Bantimurung. Sebenarnya, ke Bantimurung sih sudah yang kesekian kali tapi yang spesial adalah


1. Ini adalah (mungkin) satu-satunya acara rekreasi bersama Bpk. Bambang Suryanto (Pembimbing kita selama masih OJT).


2. Ini pertama kalinya aku ke sana di waktu pagi. Rupanya suasana pagi jauh lebih indah di Bantimurung. Belum banyak orang yang datang.


Khusus masalah yang pertama, memang sih sedih juga harus berpisah dengan Bpk. Bambang. Menurutku, beliau oarng baik dan sangat konsisten dengan prinsip, tetapi beliau juga tidak kaku. Selalu bisa bergaul dengan siapa saja dan dari umur mana saja. Ya, Beliau memutuskan untuk mengambil pensiun dini tahun ini. Suatu keputusan yang tidak disangka-sangka. Tapi, yeah…. yang namanya pilihan hidup, sia yang tau? Beliau merasa sudah “jenuh” dengan pekerjaannya. Tetapi jenuh bukan berarti bosan, beliau merasa sudah terlalu-lama “menyia-nyiakan keluarga”. Keputusan beliau disambut positif oleh seluruh keluarga. Hm….. kata beliau neh “Saya ibarat naik gunung, ketika sudah sampai di puncak, saya nggak mungkin naik ke langit lagi. Jalan satu-satunya adalah saya harus turun”. Betul juga ya?


Ok… kita tinggalakan masalah Bpk. Bambang, sekarang kita beralih mengagumi keindahan alam Bantimurung. Bantimurung berjarak kira-kira 1,5 Jam dari Makassar (Perhitungannya waktu itu menggunakan motor). Yang menjadi menarik bagi saya adalah suasana Bantimurung saat masih lengang. Gila…. cantik sekali dan betul-betul asri. Soalnya, kalau kita datang pada saat sudah ramai, itu sama saja terasa seperti pasar. Udaranya masih sejuk, sedikit lembab. Saat ke sana, debit air terjunnya tidak terlalu banyak. Mungkin masih musim kemarau.


Tapi sayang, saat ke sana, aku tidak menyempatkan diri untuk menikmati dinginnya airnya. Nita untuk ke Gua Batu pun aku tangguhkan lantaran suasana sudah mulai ramai. Kuputuskan untuk mendaki mejuju Gua Mimpi. Tetapi tenaga sudah tidak mendukung lagi… perut kosong, becek nggak ada ojek. Jadi, kuputuskan untuk berkeliling saja di sekitar situ. Beberapa kios yang berdiri di sekitar sungai kujumpai. Souvenir-souvenir yang dijualnya beraneka ragam. Ada kerajinan kerang, baju, gelang-gelang dan pernak pernik lainnya. Yang paling khas adalah kerajinan fiber dan serangga yang terawetkan. Oh, ya…!!! Julukan bantimurung sebagai the kingdom of buterfly mungkinagak sedikit keliru. Kalau dulu mengkin saja benar, tetapi sekarang mungkin sudah tidak. Soalnya jarang skali bisa kita jumpai kupu-kupu ynag masih berterbangan. Punah…? menurutku sih tidak juga. Mungkin mereka sudah tidak suka dengan suasan Bantimurung yang sering ramai dikunjungi oleh pelancong. Yeah, dan para kupu-kupu itupun mulai pergi mencari tempat lain yang lebih tenang……..


Agak siangan dikit suasana sudah mulai ramai. Suasana sudah seperti pasar dan sesak. Tetapi pemandangan masih terasa asri. Apalagi kalau menyusuri tannga yang menuju ke Gua Batu. dari ketinggian beberapa meter kita bisa melihat pemandangan orang-orang yang sedang sayik menikmati guyuran air terjun yang saat itu memang debet airnya kecil. Naik ke atas lagi, ada salah seorang pengunjung yang sedang asyik berenang di sungai yang letak air tejun hanya beberapa meter saja. Air di bagian atas memang lebih tenang dan sedikit lebih jernih. Dalamnyapun cocok banget buat kita-kita yang senang berenang. Tetapi tetap harus hati-hati.


Hari sudah siang, orang-orang sudah semakin banyak dan suasana sudah mulai agak panas.. jadi, kami saya dan rombongan lainnya memutuskan untuk pulang saja.


untuk sekedar info, lebih baik mengunjungi Bantimurung di waktu pagi, karena saat itu anda bisa lebih menikmati indahnya alam Bantimurung….


chao…!!!!!

Tinggalkan sebuah Komentar