h1

KEMILAU RAMDHAN SONIC SPEED

Juli 15, 2013

image

Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1434 H, @SonicSpeed_Team Proudly Presents Charity Event “Kemilau Ramadhan Sonic Speed, SATU HATI UNTUK SEMUA” yang Insya Allah akan dilaksanakan pada :

Hari / Tanggal : Sabtu&Minggu, 20&21 Juli 2013
Waktu : 17:00 s/d selesai & 03:00 s/d selesai
Tempat : – Rizal Gym, Ruko Pettarani Jl. A. P. Pettarani Makassar (Sabtu, 20 Juli 2013)                – Jl. Arief Rate Makassar – depan Bank BRI Syariah (Minggu, 21 Juli 2013)

Adapun agenda event ini antara lain :
– Buka Puasa Bersama Anak Yatim (Sabtu, 20 Juli 2013) yang diisi dengan, ceramah menjelang buka, pembagian takjil untuk warga,  suguhan hiburan bernuansa islami (bedug / nasyid), pembagian bantuan kepada panti asuhan, pelaksanaan shalat magrib, isya dan taraweh berjamaah.
– Sahur on the Road (Minggu, 21 Juli 2013) yang diisi dengan, konvoi tertib start & finish di Jl. Arief Rate,  pembagian makanan sahur untuk panti asuhan, sahur bersama warga yg melintas dan  pelaksanaan shalat subuh berjamaah.

Bagi rekan-rekan yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan ini, kami menerima donasi/sumbangan dalam bentuk apapun yang dapat dikumpulkan di :
– Check Point Sonic Speed, Jl. Arif Rate, depan Bank BRI Syariah (setiap hari mulai pukul 21:00 s/d 23:00 Wita)
– Sekretariat Ramadhan Sonic Speed, Komp. Phinisi Nusantara Residence Jl. RSI Faisal Blok A No. 6 (setiap hari mulai pukul 10:00 s/d 22:00 Wita)
– Kediaman Sdr(i) Rara, Jl Racing Center Perdos UMI Blok I No. 39 (setiap hari mulai pukul 17:00 s/d 20:00 Wita)
– Transfer Bank dengan Rekening BNI No. 0103601802 an Andi Rahmawati
– Transfer Bank dengan Rekening BCA No. 1580653843 an Cakra Iqbal S.

Batas akhir penerimaan sumbangan / donasi adalah Jumat, 19 Juli 2013 pukul 23:00 Wita.
Contact Person :
– Sdr. Uje 085299233676
– Sdr. Cakra 081386280131
– Sdr(i) Rara 08114101602
– Sdr Nanda 085343885757
– Sdr(i) Iin 085230652557
– Sdr. Wira 081244788181  

Akhir kata, semoga amal ibadah kita diterima Allah Swt. Mari satukan hati untuk berbagi bersama.  

SONIC SPEED, KENCANG TRUSSS….!!

image

h1

Rapat Evaluasi Kinerja 4 Bulanan

Mei 9, 2013

Salam Otomotif!!!
Well, sudah 8 tahun semenjak lulus dari SMA tidak pernah lagi berkecimpung di organisasi. Baru pada tanggal 8 Mei 2013, saya diundang untuk menghadiri rapat evaluasi kinerja empat bulanan di salah satu organisasi yang bergerak di dunia otomotif, Sonic Speed Makassar. Awalanya saya memang belum punya gambaran tentang rapat evaluasi kinerja ini. Walaupun sebenarnya rapat evaluasi lumrah dilakukan di semua organisasi, hanya saja saya tidak kepikiran kalau sebuah “komunitas” seperti Sonic Speed Makassar ini akan menyelenggarankan rapat evaluasi yang benar-benar terstruktur seperti ini. Pertama kali bergabung di Sonic Speed tepatnya sebulan lalu, saya memang beranggapan bahwa Sonic Speed Makassar hanyalah sebuah komunitas otomotif seperti pada umumnya. Namun, setelah mengikuti rapat evaluasi ini saya baru pahaj bahwa saya sudah terjun di salah satu organisasi yang benar-benar memiliki konsep yang cukup matang. Organisasi ini memiliki ADRT, struktur kepengurusan, program kerja, aturan-aturan dan sebagainya. Bahkan dengan mendengar sejarah Sonic Speed, saya tau bahwa Organisasi ini cukup punya nama. Harapan dari seluruh pengurus maupun senior di Sonic Speed bahwa organisasi ini harus tetap mempertahankan Eksistensinya sebagai salah satu klub otomotif sekaligus organisasi otomotif terbesar di Makassar, bahkan di Sulawesi.

Rapat evaluasi kinerja yang dihadiri oleh anggota baru, anggota lama, senior, pengurus dan perwakilan Sonic Speed Parepare ini awalnya berjalan cukup lancar saat pemaparan LPJ. Namun saat Sdr. Dede selaku pimpinan rapat akan memilih calon Ketua Pelaksana Event Ramadhan, terjadilah perdebatan yang cukup alot. Salah satu senior (Kak Dedy) memiliki kekhawatiran bahwa event ramadhan ini akan tidak sesuai harapan apabila ketua panitia yang ditunjuk adalah dari anggota baru. Alasannya cukup berdasar mengingat event sejenis yang sudah-sudah tidak sesuai dengan harapan dimana ketuanya adalah dari anggota baru. Sedangkan alasan Ketua Umum Sonic Speed Makassar menunjuk Ketua Panitia Ramadhan dari anggota baru adalah untuk kaderisasi dan menemukan ide-ide baru. Tak menjadi masalah siapapun ketua panitianya, akan tetap dibackup oleh pengurus, senior dan anggota yang sangat kompeten. Akhirnya terpilihlah Sdr. uje sebagai Ketua Panitia Ramadhan, Sdr. Ical sebagai wakil ketua, dan Sdri. Rara sebagai bendahara.

Saya mendukung sepenuhnya kepanitiaan yang terpilih. Saatnya melakukan GEBRAKAN!!!!!

*Hasil notulen rapat
– Melengkapi administrasi anggota (salah satunya untuk pembuatan Kartu Tanda Anggota) khususnya bagi anggota baru. Apabila tidak dilengkapi dalam jangka waktu yg ditentukan, makan akan mendapat Surat Teguran serta menunggu kurang lebih 6 bulan lagi untuk pembuatan KTA
– Memasang sticker Sonic Speed (Sudut kanan bawah untuk kaca bagian depan, dan di tengah untuk kaca bagian belakang (mobil sedan) serta kanan bawah untuk bagian belakang (city car, minibus, suv dan sejenisnya). Bagi yang tidak mengikuti aturan ini harap segera melepas stickernya dan memasant kembali sesuai aturan yg berlaku.
– Seluruh anggota wajib mengikuti kegiatan rutin Sonic Speed antara lain : Konvoi Akbar, Futsal, Program Kerja dan sebagainya. Apabila berhalangan hadir, agar menyampaikan alasannya ke pengurus.
– Seluruh anggota Sonic Speed diwajibkan mengindahkan informasi, undangan, pemberitahuan dan sebagainya yang diedarkan oleh pengurus baik melalui BBM, SMSm lisan dan sebagainya.
– Suluruh anggota Sonic Speed diharapkan mendukung kegiatan / event-event yang diadakan oleh Sonic Speed misalnya dengan cara mengganti DP di BBM dengan poster event Sonic Speed yg akan dilaksanakan.
– Diharapkan ada perwakilan dari Sonic Speed Makassar untuk bepartisipasi dalam acara Auto Contest yang dilaksanakan oleh Pengurus Sonic Speed Bau-Bau tanggal. 25 Mei 2013.
– Pelantikan DPC Sonic Speed Parepare tanggal 12 Mei 2013 di Parepare.
– Pembentukan kepanitiaan Ramadhan.

BRAVO SONIC SPEED!!!

image

h1

White Bira, New Friends

April 23, 2013

Hmm… lumayan lama nih gak ngeblog setelah postingan terakhir. Ane nulis lagi karena ane mau mendokumentasikan pengalaman baru dengan kawan baru. Tetus terang, tahun 2013 ini ane jaeikan sebagai tahun dimana semuanya serba baru. Dimulai dari partner baru ane, kenalin namanya Picolo. Jenisnya adalah KIA dari ras Picanto yang dirakit tahun 2013. Sekarang sebagian waktu ane ane habiskan dengan siPicolo. Nah…. menariknya, berkat Picolo lah ane dipertemukan dengan kawan baru, mereka adalah anak-anak Sonic Speed Makassar.

Ini pengalaman pertama ane bergabung dengan salah satu club otomotif yang cukup terkenal di Makassar. Tak pernah ane bayangkan bakalan bisa gabung di club ini. Terus terang, menyandang gelar sebagai anai sonic itu menurut ane sesuatu yang membanggakan, walaupun kata temen ane begini “anak mobil-mobil itu, jamannya cuma di SMA” tapi menurut ane bergabung di club mobil bukanlah untuk pamer, tetapi mencoba berbagi wawasan dan memperluas pergaulan.

Awalnya agak ragu, tetapi karna ane yakin tujuan ane untuk gabung di club ini jelas, maka ane putuskan tidak ada salahnya untuk terjun. Pengalaman pertama dengan anak sonic speed makassar sangatlah di luar dugaan. Mereka baik, ramah, cepat akrab. Ane sampai grogi waktu ngumpul. Ane benar-benar masuk di sebuah komunitas yang idak pernah ane bayangkan sebelumnya.

Sabtu minggu lalu, ane diajak sebahagian anak-anak sonic untuk wisata ke tanjung bira. Ane sih ikut saja karena memang ingin kenalan lebih jauh dengan mereka. Ini pengalaman pertama ane berwisata dengan orang2 yang ane sendiri belum pernah kenal. Tetapi ya itu tadi, karena mereka sangat mudah bergaul, jadi ane bisa lebih akrab dengan mereka. Walaupun terus terang ane masih canggung.

Hal menarik yang ane dapatkan adalah, terkadang kita memang harus memperluas pergaulan. Lingkungan kantor yang membuat ane sedikit bosan seakan tersapu angin sejuk begitu bergaul dengan teman2 baru ane. Tujuan ane bergabung di sonic bukanlah untuk pamer, tetapi sudah saatnya ane melihat segala sesuatunya dari sudut pandang komunitas.

Ane mau bagikan foto-foto ane di Bira bersama kawan baru ane Sonic Speed Makassar.

image

Keluarga Kecil Sonic Speed (kiri ke kanan : ane, wira, andi, ical, inggrid, adeknya mitha, rara n mitha)

image

Narsis dulu..

image

Ini sementara mampir di Bantaeng (rumahnya andi) with mitha, andi and my best partner ever Picolo

image

Narsis dolooo...

image

image

Everybody need to look back i think.

image

Senja di Bira

image

image

Inilah romeo n juliet kita... *baru nyadar klo mereka emang pacaran hehehehe

image

Trio gokil.

image

Tiga orang ini jahil banget... klo ketemu di jalan, kabur aja. Hahahahhaa

image

Upss... mau nyolong jemuran

image

View depan kamar gan, keren dah. Nama hotelnya amatoa

image

Keren dahh..

image

image

image

All new friends

Thanks a lot to :

– Bro andi gimpe yang benar2 bikin ane serba tidak menyangka… hahahaha dunia ini ternyata sempit ya bro? Thanks sudah membantu Picolo berlari dengan kencangnya.. seberanya ane berat panggil ente gimpe bro, takut kualat. Hahahaha…
– Bro ical yang sudah meyakinkan ane untuk ikut ke bira. Gak ada ente, liburan ane hambar bro. Yang langgeng dengan inggrid yoo…
– Bro wira, otak dari view yang menakjubkan di bira. Gak ada ente, mungkin ane gak bakalan dapat foto terbaik ane. Torajaaaa…. hahaha
– sist Mitha yang udah jamu kita makan siang pulang pergi. Ingat dek, jangan galau lagi. Gak ada cowok, masih ada kita2 yg bisa ingetin “dah makan blom?” Hahahaha… tapi janji buat cariin cowok gak bakalan ane lupa deh. Hehehe..
– sist Inggrid yang udah buatin pop mie bareng sist rara. Ane gak nyangka klo ente ternyata perenang handal… salute deh… gw kagum… banget
– sist rara yang udah ngebantuin sist inggrid buatin pop mie hehe… iya tuh, andi emang jail suka ledekin mlulu. Tapi jangan sampai galau yaa… sukses buat ibu dokter deh. Hehehe

h1

Happy Moms Day..

Desember 22, 2012

Dear aganers, tau gak kenapa tanggal 21 Desember 2012 gak jadi kiamat? Mungkin karena besoknya akan ada hari ibu kali yak? Jadi, kita masih diberi kesempatan untuk berbuat baik ke ibu sebelum akhir zaman. Hehehehehe…. Itu cuma opini konyol saja gan, jangan ditanggapi serius.
Btw, hari ibu kali ini ane lewatkan tanpa seremonial yang berarti. Tak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dan sebelum-sebelumnya. Itu artinya ane memang tidak pernah rayakan hari ibu gan. Hahahahahahaha… Tapi tunggu dulu gan, tidak merayakan hari ibu bukan berarti ane gak sayang sama ibu ane. Ane sayang banget sama ibu ane, dengan cara ane sendiri. Hoho… Yeah walaupun sering kali ane durhaka, kadang-kadang membantah, kadang-kadang bandel n kadang-kadang bikin ibu ane ngomel hampir 2 jam tanpa henti. Tapi jauh di lubuk hati ane, ane sayang banget sama ibu ane. Hiksss….
Ane mau cerita sebahagian kecil kebaikan ibu ane. Contohnya gini gan, woloupun ane dah berulang kali ngelarang ibu ane bersihin kamar n cuci baju ane, tapi ibu ane selaluh saja ngelakuin itu. Itu yang kadang-kadang bikin ane marah (nah loh.. Siapa yang salah?). Kadang ketika ane baru pulang dari kantor n lagi capek-capeknya, ibu ane nanyain “makan dulu” n lagi-lagi ane balas dengan ketus (nah lho.. Siapa lagi yang salah?). Ibu ane emang orang paling sabar. Punya lima anak dengan karakter yang berbeda-beda tapi kasih sayangnya selalu sama dengan takaran yang pas (gak kurang sedikitpun antara sodara ane yang satu dengan yang lainnya). Kalaupun di antara kami ada yang merasa dianaktirikan, itu hanya karena keegoisan kita-kita saja n ibu ane selalu menanggapi dengan bijak. Ane sedih gan… Hiksss… Pengen meluk ibu ane.
Sudah 25 tahun lebih ane kenal ibu ane. Dan sampai saat ini ane belum nemu satu orangpun yang kasih sayangnya setulus ibu ane. Gak seorangpun. Cuma kadang-kadang ane sedih kalo ingat kelakuan ane ke ibu ane gan. Belum bisa kasi apa-apa ehhh…. Udah berani membantah. Untung ibu ane bukan penyihir, jadi kalo ane macem-macem gak dikutuk jadi batu hahahahahaha….
Apapun itu, manusia kan pasti khilaf gan. So, kalau kita khilaf sampe-sampe durhaka ma ibu kita lebih baik kita buru-buru minta maaf gan. Caranya terserah agan-agan deh, dikasi bunga kek, cuci piring kek, cuci baju kek, masak kek, pijitin kek ato apalah… Yg penting selalu bikin hati ibu kita bahagia gan… Indahnya dunia itu kalo ibu-ibu pada tersenyum semua pake gincu merahnya hehehe…
Buat agan-agan yang ibunya telah tiada, masih bisa berbakti kok. Sering-seringlah berdoa untuk mereka. Hubungan kita dengan ibu kita gak bakalan putus sekalipun mereka telah tiada, itulah kistimewaan yang diberikan Allah Swt untuk anak-anak dan ibunya (ustad mode on). Untuk kita-kita yang masih punya ibu, inilah saatnya kita jadikan bakti kita sebagai ladang amal gan. Asal tau aja, restu orang tua itu kunci untama meraih kesuksesan dunia akhirat. Seterjal n serumit apapun kehidupan agan, kalau agan selalu dikelilingi dengan restu orang tua pasti agan bakalan bisa mencapai kesuksesan. Aminn….
Buat Ibu ane yang cantik manis madu… Selamat hari ibu yaa… Ane cuma bisa berdoa kepada yang Di Atas supaya Ibu ane selalu sehat walafiat. Moga-moga Allah bisa memberikan ibu ane anak yang Soleh, cakep, pinter, baek, bijak, keren, kaya dan semua-muanya. Aminnn… Luv U mom…

image

h1

Yang Kita Butuh Adalah Energi, Bukan Bahan Bakar

Desember 6, 2012

image

Aganers yang terhormat pasti pernah merasakan lapar dan haus. Badan lemes, tenggorokan kering dan fikiran susah untuk konsentrasi. Selain itu, aganers juga pasti pernah merasakan kekenyangan yang teramat sangat. Perut kembung, bawaannya pengen tidur dan lagi-lagi otak susah berfikir. Nah loh, terus hubungannya dengan judul saya apa? Hehehe… Mengapa saat lapar atau haus kita jadi lemas? Jawabannya sederhana gan, karena kita tidak punya cukup energi untuk menjalankan fungsi organ tubuh kita secara optimal. Dari manakah energi itu bisa kita dapatkan? Ya dari makanan yang biasa kita makan dan minuman yang biasa kita minum. Makanan dan minuman seperti apakah itu? Beragam… Dari nasi sampai singkong, dari air putih sampai soda. Hehehe…

Aganers, ilustrasi di atas sengaja saya paparkan karena saya ingin mencoba membuka wawasan bahwa dalah kehidupan sehari-hari yang kita perlukan adalah energi. Tidak masalah energi itu berasal dari mana, yang jelas energi harus tersedia. Mulai dari energi kimia untuk menggerakkan organ tubuh kita, energi panas untuk membantu proses reaksi, energi listrik untuk menghidupkan peralatan elektronik dan sebagainya. Energi sangat dibutuhkan untuk menggerakkan hal paling kecil misalnya reaksi kimia di sel-sel tubuh manusia, sampai menggerakkan tata surya di jagad raya. Keren gak aganers? Hehehe..

Ngomong-ngomong soal energi, yang paling enak dan sensitif untuk dibahas adalah masalah ketersediaan bahan bakar minyak. Mengapa bahan bakar mniyak? Karena sumber energi inilah yang paling tinggi tingkat konsumsinya selain makanan yang dikonsumsi umat manusia.

image

Dari pertama kali bahan bakar fosil dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk menggerakkan mesin-mesin, sampai sekarang bahan bakar ini masih menduduki perananan yang sangat vital. Bahkan, maju tidaknya sebuah negara sangat tergantung dari ketersediaan bahan bakar fosilnya. Sangking kuat pengaruhnya, bahan bakar ini mampu mempengaruhi kondisi ekonomi, politik bahkan sosial budaya sebuah negara. Tak heran jika setiap negara di dunia sangat menjaga betul kandungan minyak bumi yang mereka miliki. Bila perlu, mereka akan menempuh berbagai cara untuk mendapatkan cadangan minyak baru walaupun harus ditempuh dengan jalan peperangan.

Mengapa bahan bakar fosil begitu berharga? Padahal jika kita pikirkan lebih jauh, proses pengolahan bahan bakar ini sangatlah rumit dan memerlukan biaya yang besar. Serumit apakah, pokoknya sangat rumit. Minyak mentah sebelum bisa menjadi bahan bakar untuk mesin-mesin harus terlebih dahulu digali di kedalaman berkilo-kilometer, belum lagi harus dialirkan melalui pipa-pipa yang panjangnya bisa mencapai ratusan kilometer. Setelah itu masuk ke kilang-kilang pengolahan dengan instalasi yang sangat rumit untuk dimasak, kemudian dimasukkan ke kapal dan sebagainya. Bayangkan berapa besar baiaya yang dikeluarkan untuk membangun sebuah kilang pengolahan minyak bumi lengkap dengan jalur distribusinya sampai ke tingkat retailer. Belum lagi isu lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas pengeboran minyak dan asap kenalpot kendaraan bermotor. Mungkin, salah satu faktor yang menyebabkan bahan bakar fosil masih menjadi primadona karena semua mesin entah itu mesin pabrik, mesin kendaraan maupun kompor di rumah kita didesain untuk menggunakan bahan bakar fosil.

image

Masalah bahan bakar fosil di negara kita sudah seperti benang kusut. Di satu sisi Pemerintah harus menekan penggunaan bahan bakar sedangkan di sisi lain ketergantungan masyarakat akan bahan bakar sangatlah tinggi. Secara tidak langsung ini mengantarkan negara kita pada krisis energi. Bagaimana bisa negara kita krisis energi? Padahal jika dipikir, kandungan minyak di negara kita cukup besar. Lihat saja berbagai perusahaan tambang melakukan ekplorasi minyak di negara kita dari BUMN (Pertamina), sampai perusahaan asing lainnya. Selain itu sumber energi lainnya juga berlimpah di alam Indonesia. Lantas kenapa kita bisa mengalami krisis energi di negara yang justeru memiliki kekayaan yang berlimpah? Jawabannya, karena kita terlalu konsumtif. Bukan hanya konsumtif, sebagian besar masyarakat di negara kita masih beranggapan bahwa energi hanya bisa didapat dari bahan bakar minyak (fosil). Begitu besarnya pengaruh bahan bakar ini sampai bisa menggoyang stabilitas ekonomi bahkan kondisi politik di negara kita.

Mari kita tinggalkan sejenak negara kita dan mengintip negara tentangga kita Singapura. Beberapa bulan lalu ketika untuk pertama kalinya saya mengunjungi Singapura, saya sangat tercengang. Singapura adalah contoh sebuah kota yang dikonsep dengan sangat matang. Saya hampir tidak pernah melihat kemacetan di jalan-jalan rayanya, pepohonan tumbuh dengan rindang hampir di seluruh sisi kota, udaranya cukup bersih dan saya masih bisa melihat langit biru (sangat jarang saya temui jika berada di Jakarta). Satu satunya kemacetan yang saya temukan adalah para pejalan kaki yang memenuhi halte-halte dan stasiun-stasiun. Yang membuat saya kagum adalah warga Singapura lebih memilih menggunakan transportasi umum ketimbang menggunakan kendaraan pribadi ini merupakan salah satu bentuk nasionalisme warga Singapura dalam menyikapi konsumsi bahan bakar. Pemerintahnyapun sangat konsen dengan penyediaan sarana transportasi massal seperti MRT dan Bus yang semuanya terkoneksi. Kondisi sarana transportasinyapun sangat memadai dan nyaman, tak heran jika banyak yang lebih memilih menggunakan transportasi umum tersebut. Jika kita bandingkan harga bahan bakar minyak misalnya bensin di Singapura dan Indonesia, tentu disparitasnya sangat jauh. Di Indonesia kita masih bisa mendapatkan BBM dengan harga di bawah Rp. 5.000 per liter, sedangkan di Singapura Rp. 15.600 per liternya namun kota ini tetap bisa menjalankan aktivitas perekonomiannya dengan baik, bahkan menjadi salah satu negara maju di Dunia. Banyak hal yang menjadi faktor pendorong bagi Singapura untuk keluar dari kemelut subsidi bahan bakar minyak, regulasi Pemerintah setempat, pemanfaatan energi alternatif, perhatian terhadap isu pencemaran lingkungan dan kesadaran masyarakatnya adalah beberapa diantara faktor pendukung suksesnya penggunaan bahan bakar minyak secara bijak dan hebatnya lagi, negara ini mampu melakukan ekspor minyak ke luar negeri padahal mereka sendiri tidak melakukan pengeboran dan pengolahan minyak (jangankan pengolahan minyak, kandungan minyaknya saja tidak ada).

Mari kembali ke negara kita tercinta. Walaupun negara kita memiliki sumur-sumur minyak dan fasilitas pengolahannya, tetapi negara kita juga masih terlilit dengan masalah konsumsi bahan bakar yang semakin hari semakin bertambah. Pertambahan jumlah kendaraan tidak sebanding dengan ketersediaan bahan bakar nasional. Pemerintah menekan penggunaan bahan bakar secara ketat namun tidak mengatur pembatasan beredarnya kendaraan bermotor. Belum lagi, masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi ketimbang kendaraan umum dengan alasan sarana transportasi umum tidak senyaman dan seaman kendaraan pribadi. Jika ini terjadi secara terus menerus, sampai kapanpun negara kita tidak akan bisa keluar dari kemelut bahan bakar minyak.

Lantas, apakah yang harus kita lakukan? Seperti yang telah saya paparkan sebelumnya, bahwa yang kita butuhkan sejatinya adalah ketersediaan energi. Apapun bentuknya, energi harus tersedia. Harus kita pahami bahwa bahan bakar minyak bukanlah satu-satunya sumber energi utama, masih banyak sumber energi alternatif pengganti bahan bakar minyak. Beberapa diantara yang kita kenal adalah, bahan bakar gas, biofuel, batu bara, tenaga angin, tenaga matahari dan yang paling terkenal adalah tenaga nuklir. Beberapa dari bahan bakar alternatif tersebut sama tuanya dengan penggunaan bahan bakar minyak dan sebahagian lagi merupakan hasil rekayasa teknologi terbaru. Setiap bahan bakar alternatif di atas tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Beberapa dapat langsung diaplikasikan pada mesin-mesin kendaraan maupun pabrik dan beberapa lagi harus digunakan pada mesin dengan teknologi yang berbeda.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih sumber energi alternatif diantaranya :

1. Ramah lingkungan.
2. Aplikatif.
3. Ketersediaannya berlimpah.
4. Murah.
5. Memiliki efektivitas yang sama jika dibandingkan dengan BBM dan sebagainya.

image

image

image

image

Apa hanya energi alternatif saja lantas kita hisa terbebas dari krisis enegi? Tidak, perlu dukungan regulasi dari Pemerintah. Salah satu contohnya adalah penghematan penggunaan bahan bakar minyak, pengurangan subsidi BBM dan konversi bahan bakar fosil ke bahan bakar alternatif. Selain itu, sarana dan fasilitas penunjang juga harus dibangun misalnya menyediakan lebih banyak sarana transportasi umum yang teritegrasi, nyaman dan aman agar masyarakat lebih memilih untuk memanfaatkan kendaraan umum ketimbang pribadi. Dalam skala industri, sudah saatnya industri otomotif menciptakan mesin kendaraan dengan bahan bakar alternatif. Beberapa produsen kendaraan ternama memang sudah melaksanakan hal ini, namun masih sebatas prototype dan belum diproduksi secara massal.

Energi adalah sesuatu yang mutlak harus dirasakan oleh seluruh masyarakat. Namun, energi tidak semata didapatkan dari bahan bakar minyak. Masih ada sumber energi lain yang jauh lebih berlimpah dan ramah lingkungan yang bisa dimanfaatkan. Karena hakikatnya, energi adalah sesuatu yang harus tersedia secara terus menerus.

image

Pertamina sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang minyak dan gas bumi juga mengubah arah bisnis mereka menjadi perusahaan yang bergerak di bidang energi

h1

Bagaimana Jika Bahan Bakar Fosil Benar-Benar Habis??

November 25, 2012

image

Dear agan yang budiman, pernakah kita berfikir bahwa apa yang akan terjadi kalau seandainya bahan bakar fosil benar-benar habis? Mungkin semua kendaraan kita akan terparkir di garasi rumah kita, pemadaman listrik akan sering terjadi, jalan-jalan tidak akan beraspal lagi, pesawat gak akan bisa terbang lagi dah kapal-kapal tidak akan berlayar lagi, dan mungkin yang paling buruk adalah, kita tidak akan bisa menyaksikan Valentino Rossi dan kawan-kawannya beradu kecepatan di sirkuit lagi. Benar-benar akan terjadi yang disebut dengan Akhir Zaman… Oke, itu terlalu berlebihan. Hehehehehe…

image

Tetapi, serius, apakah yang akan terjadi jika cadangan minyak bumi kita habis? Yang jelas, akan tejadi perubahan besar-besaran di berbagai sektor. Mungkin zaman belum akan berakhir tetapi seluruh manusia di bumi akan menyesuaikan kebiasaannya yang sebelumnya terbiasa menkonsumsi BBM menjadi mengkonsumsi energi baru. Contoh kecil yang paling mendekati, misalnya pada saat Pemerintah kita mengeluarkan kebijakan untuk mengganti minyak tanah ke gas atau dalam bahasa kerennya Konversi Minyak Tanah ke Gas. Bayangkan “prahara” yang terjadi di negeri kita ketika kebiasaan masyarakat yang sebelumnya menggunakan minyak tanah harus “dipaksa” untuk menggunakan gas. Pada mulanya banyak terjadi penolakan dengan berbagai alasan, namun pada akhirnya, harus diakui bahwa gas memang lebih efisien, murah, ramah lingkungan dan hemat. Ini cuma masalah kebiasaan saja.

image

Alasan utama mengapa Pemerintah mengeluarkan kebijakan umtuk  mengganti minyak tanah dengan gas bukanlah karena cadangan minyak kita yang menipis, tetapi harga subsidi yang dikeluarkan untuk setiap liter minyak tanah sangatlah besar. Sebesar apa? Pokoknya sangat besar, dan asal tau saja, minyak tanah merupakan bahan bakar pesawat terbang nah lho… Dengan menggunakan gas, paling tidak bisa menekan subsidi yang harus dikeluarkan Pemerintah untuk minyak tanah. Tetapi, bukan berarti gas tidak disubsidi, gas-pun disubsidi oleh Pemerintah namun tidak sebesar subsidi yang dikeluarkan untuk minyak tanah. Hitung-hitungan kasarnya misalnya konsumsi minyak tanah umtuk satu kota sebulan adalah sebesar 400 kilo liter, per liternya disubsidi dengam harga Rp. 3.000, berarti dalam sebulan Pemerintah harus mengeluarkan duit sebesar Rp. 1,2 milyar. Nah… Karena gas LPG memiliki koefisien 1:1/2 (satu liter minyak tanah setara dengan 1/2kg LPG) maka apabila satu kota tersebut dikonversi dengan gas maka konsumsi gas per bulannya hanya 200 MT (metric ton atau per seribu kilogram). Subsidi yang dikeluarkan Pemerintah untuk gas misalnya (kita samakan saja dengan minyak tanah) Rp. 3.000 per kg-nya maka sebulan Pemerintah hanya mengeluarkan Rp. 600 juta. So, bisa dihemat sebesar 600 juta perbulan.

Tunggu dulu, saya tidak akan membahasa panjang lebar mengenai kebijakan subsidi bahan bakar yang dikeluarkan Pemerintah. Hitung-hitungannya rumit dan membosankan, saya hanya akan menggambarkan bagaimana kehidupan penduduk bumi jika minyak bumi habis. Mau gas atau minyak tanah sekalipum semuanya adalah produk dari minyak bumi / fosil. Agan pasti tau bahwa umtuk menghasilkan kembali minyak bumi dan gas bumi harus membutuhkan waktu bermilyaran tahun bukan? Apa kita mau, menunggu selama itu? Mengapa orang menggunakan minyak bumi? Entahlah, seandainya kendaraan pertama kali diciptakan menggunakan bahan bakar air, mungkin sekarang kita tidak pernah mengenal Premium, Pertamax atau mungkin Fastron. Minyak bumi memang tidak digunakan sepenuhnya sebagai bahan bakar. Masih ada batu bara dan yang saya sebutkan tadi, gas. Tetapi ketiga kakak beradik ini merukapan bahan bakar yang dibentuk milyaran tahun. Sekarang mungkin cadangan batu bara dan gas alam masih melimpah tetapi beberapa ratus tahun ke depan juga akan berkurang seperti halnya minyak bumi. Nah… Jika ketiga bahan bakar ini menipis, sudah dipastikan industri-industri yang menggantungkan denyut nadinya pada bahan bakar fosil akan berhenti beroperasi, pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar fosil akan berhenti menghasilkan listrik, jalan-jalan yang beraspal (aspal merupakan produk sampingan dari olahan minyak mentah) tidak akan mulus lagi, kendaraan berbahan bakar minyak maupun gas akan berhenti melaju di jalan raya dan sebagainya. Belum lagi kita dihadapkan dengan masalah keseimbangan ekosistem. Bagaimana jika perut bumi yang tadinya berisi kadungan minyak benar-benar habis terkuras? Selain itu, bagaimana udara di muka bumi jika semua minyak di perutnya habis terbakar?? Dampak yang secara tidak langsung pasti akan menumbulkan krisis energi yang terbukti mengganggu stabilitas politik dan ekonomi secara global. Apakah saat itu terjadi, maka saat itu pula kiamat? Entahlah…

image

image

image

Tetapi jangan khawatir, saat ini isu krisis energi terutama masalah penggunaan bahan bakar fosil sudah menjadi perhatian di seluruh dunia. Negara-negara di seantero bumi mulai konsen dengan masalah ini. Lihat saja forum-forum tingkat dunia dengan agenda tahunannya yang selalu membahas perkembangan teknologi bahan bakar alternatif termasuk masalah lingkungan. Pengaplikasiannyapun sudah beragam dari teknologi solar cell, biofuel, sampai teknologi nukli yang merambah berbagai sektor dari industri sampai rumah tangga. Kesemuanya tentu memiliki kelebihan dan kekurngan masing-masing. Namun, setidaknya hal tersebut bertujuan untuk merubah mindset masyarakat dunia bahwa bahan bakar fosil bukanlah satu-satunya sumber energi utama. Masih ada sinar matahari yang berlimpah dan gratis, masih ada air laut yang berlimpah, angin masih berhembus dengan kencangnya, panas bumi dan sebagainya. Pada akhirnya, kita akan memiliki banyak alternatif untuk memilih sumber energi mana yang akan kita gunakan sehingga ketergantungan akan satu sumber energi tertentu bisa diminimalkan.

image

image

h1

Hemat Energi atau Hemat Bahan Bakar??

November 23, 2012

Hmm… Masih ingat dengan pelajaran Sumber Daya Alam yang sering dipaparkan guru kita jaman sekolah dulu? Kalau masih ingat, tentu kita ingat dengan istilah Sumber Daya Alam yang Bisa Diperbaharui dan Tidak Bisa Diperbaharui (untuk memperbaharuinya tentu memakan waktu yang cukup lama, bisa jutaan tahun lamanya). Makan dari itu, kita senantiasa diingatkan untuk selalu menghemat sumber daya alam yang ada. Terutama untuk sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui.  

Mengapa sumber daya alam harus dihemat pemakainnya? Padahal, jika dipikir-pikir bukankah pertumbuhan penduduk bumi kian hari kian meningkat, dan tentu ketersediaan sumber daya untuk mendukung kehidupana manusia juga mau tidak mau meningkat. Tidak adakah cara lain memanfaatkan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan manusia tanpa juga mengurangi ketersediaannya di muka bumi?   Salah satu sumber daya alam yang sangat tinggi konsumsinya di muka bumi ini adalah bahan bakar fossil atau yang biasa kita kenal dengan minyak. Dari pertama kali minyak dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat sampai sekarang kebutuhan dan ketergantungan akan sumber daya ini masih menduduki peringkat tertinggi. Memang, di era di mana teknologi berkembeng pesat saat ini sudah ada berbagai alternatif pengganti bahan bakar minyak untuk memenuhi kebutuhan akan energi, tetapi tetap saja jika diprsentasikan, ketergantungan akan bahan bakar minyak tetap cukup besar. Apalagi untuk negara-negara berkembang dan negara miskin.  

Kita tahu bersama bahwa minyak bumi terbentuk dari proses alam yang berlangsung selama ribuan bahkan jutaan tahun yang lalu. Inilah yang menjadikan mengapa sumber daya ini sulit untuk diperbaharui kembali. Parahnya lagi, belum ada teknologi praktis yang bisa memprediksi ketersediaan minyak bumi yang ada di bumi kita ini. Selama ini, penentuan kandungan minyak yang tersedia hanya sebatas hitung-hitungan matematis yang belum mendekati akurat. Kita mungkin sering mendengar bahwa cadangan minyak bumi hanya mampu mencukupi sampai beberapa puluh tahun ke depan lagi. Benarkah begitu? Entahlah, namun sampai sekarang aktivitas pengeboran dan pengolahan minyak mentah masih terus berlangsung.   Mari kita meninggalkan hitung-hitungan dan ramalan tentang cadangan minyak yang tersedia. Sekarang kita menuju ke pabrik-pabrik perakitan kendaraan bermotor. Setiap harinya, berapa banyak kendaraan bermotor yang diproduksi? Belum lagi dengan berapa banyak yang terjual ke masyarakat? Setiap tahun, selalu saja bermunculan berbagai tipe kendaraan yang menawarkan beragam fitur canggih dan celakanya, daya beli masyarakat selalu saja meningkat. Di Jakarta saja, ada berapa juta kendaraan yang beredar di jalan raya. Bayangkan berapa banyak konsumsi bahan bakar tiap harinya?

Seharusnya, produksi kendaraan bermotor juga mempertimbangkan konsumsi akan bahan bakar ke depannya. Arah pengembangan teknologi kendaraan bermotor seharunya sudah memokuskan pada sumber daya alternatif pengganti bahan bakar. Memang benar bahwa sekarang ini beberapa produsen kendaraan bermotor telah mengembangkan kendaraan dengan teknologi hybrid, artinya bahan bakar minyak bisa diganti dengan yang lain, listrik misalnya. Bahkan salah satu produsen kendaraan ternama pernah mengembangkan kendaraan dengan bahan bakar air (hidrogen dan oksigen). Tetapi tetap saja, semua pengembangan teknologi tersebut hanya sebatas Prototype. Tidak ada yang benar-benar dikembangkan secara massal. Di beberapa negara maju memang telah mengatur terkait penggunaan kendaraan dengan bahan bakar selain bahan bakar minyak. Bahkan sarana dan fasilitas pendukungnyapun sudah tersedia, namun tetap saja dominasi kendaraan dengan bahan bakar minyak masih cukup tinggi. Di Indonesia sendiri juga dikembangkan bahan bakar pengganti minyak seperti gas, tetapi tetap saja gas juga berasal dari fossil yang ketersediaannya tentu akan habis beberapa ratus tahun lagi. Belum ada regulasi yang benar-benar mewajibkan bahwa kendaraan yang beredar di jalan harus menggunakan energi akternatif (bukan berarti kendaraan dengan konsumsi bahan bakar tidak boleh beredar).  

Penghematan menggunakan bahan bakar memang harus dilakukan mengingat ketersediaannya dan besarnya biaya yang dikeluarkan untuk mengolah minyak mentah menjadi bahan bakar siap pakai. Namun, yang harus kita ingat bersama bahwa bukanlah ketergantungan akan minyak yang membuat meningkatnya konsumsi bahan bakar, tetapi ketergantungan akan energi. Setiap orang layak untuk mendapatkan energi untuk menunjang aktivitasnya, entah itu dari bahan bakar minyak, gas, listrik, angin, matahari dan sebagainya. Hanya saja, sebahagian besar teknologi yang berkembang khususnya untuk teknologi transportasi masih didominasi oleh mesin yang diperuntukan menggunakan bahan bakar minyak. Untuk itu, sudah saatnya arah pengembangan teknologi sekarang harus benar-benar fokus pada sumber daya alam lainnya yang tersedia melimpah. Bukan cuma itu, penerapannya harus dilakukan secara massal, tidak lagi dalam bentuk prototype semata. Jika ini berhasil dilakukan, kedepannya kita tidak perlu lagi khawatir dengan ketersediaan sumber daya alam. Dan istilah “hemat energi” mungkin tidak akan berpengaruh lagi. Hehe..

image